Di ruang perawatan RSUD Wates, suasana haru bercampur lega. Muhammad Suryo, pengusaha rokok ternama, akhirnya bisa menyampaikan permohonan maafnya secara langsung. Melalui panggilan video, ia berbicara pada Aab Abdullah dan anaknya, Deva dua korban yang ditabrak moge-nya di Jalan Wates-Purworejo beberapa waktu lalu.
"Bapak, saya mohon maaf ya. Kalau istri saya ada salah, saya mohon maaf. Tidak ada yang menginginkan semua ini," ujar Suryo, suaranya terdengar lirih.
Ia bahkan berharap ikatan baik bisa terjalin pasca-tragedi itu. "Semoga kita bisa jadi keluarga. Mulai hari ini saya menganggap panjenengan keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf."
Kecelakaan di Temon, Kulon Progo itu memang berakhir pilu. Istri Suryo, Anis Syarifah, meninggal dunia. Sementara Aab dan Deva yang mengendarai Jupiter MX harus menjalani perawatan intensif, termasuk operasi. Kabar baiknya, kondisi mereka berdua kini sudah mulai membaik.
Menurut Dandan Jaya Kartika, utusan Suryo yang datang menjenguk, semua biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh bos rokok HS itu. Tak cuma itu, ada komitmen lain yang disampaikan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menjenguk sekarang," kata Dandan, menjelaskan bahwa kunjungan baru bisa dilakukan setelah prosesi pemakaman mendiang istri Suryo selesai.
Dia melanjutkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan dokter. "Alhamdulillah kondisi Pak Aab dan Dik Deva sudah membaik. Semua tindakan medis sudah dilakukan termasuk tindakan operasi."
Komitmen Suryo ternyata lebih dari sekadar biaya rumah sakit. Ada janji untuk membiayai pendidikan Deva hingga sarjana. Santunan dan penggantian sepeda motor korban juga dipastikan akan diberikan.
Untungnya, semua tawaran itu disambut baik oleh keluarga korban. "Yang paling penting saat ini adalah Pak Aab, Dik Deva dan Pak Suryo segera pulih dan bisa beraktivitas seperti sedia kala," pungkas Dandan. Sebuah harapan sederhana di tengah duka yang masih menyisakan luka.
Artikel Terkait
Menteri HAM Nilai Laporan Polisi ke Dua Akademisi Tak Perlu dan Rusak Citra Pemerintah
Iran Tutup Selat Hormuz, Dua Kapal Diserang di Jalur Strategis Minyak Dunia
Jasa Raharja Perkuat Integrasi Data untuk Dongkrak Penerimaan Pajak Kendaraan
Mensos Tegaskan Hanya BPS yang Berwenang Tentukan Desil Penerima Bansos