Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat belum lama ini menyisakan banyak pertanyaan. Apa pemicunya? Menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, ada satu hal yang sedang diselidiki secara serius: alih fungsi hutan yang masif.
Nusron mengungkapkan, tak kurang dari 1,2 juta hektar kawasan hutan di tiga provinsi itu telah berubah wajah. “Karena selain digunakan sebagai lahan perkebunan, memang faktanya banyak di 3 Provinsi ini digunakan untuk kepentingan lain hutannya,” ujarnya.
Ia melanjutkan dengan nada prihatin, “Salah satu adanya terlalu banyak izin IPPKH untuk kepentingan tambang dan kepentingan non kehutanan yang lain.”
Perinciannya cukup mencengangkan. Di Aceh, sekitar 358 ribu hektar hutannya tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Sumatera Utara bahkan lebih parah, dengan 884 ribu hektar yang beralih fungsi. Sementara di Sumatera Barat, perubahan terjadi pada 357 hektar kawasan hutan dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini yang oleh satgas PKH sedang diselidiki, dan apakah menjadi pemicu atau menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir disana,” tutur Nusron dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin lalu.
Artikel Terkait
Juda Agung Resmi Mundur, BI Siapkan Pengganti Jelang Pengumuman Suku Bunga
BPKB Elektronik Resmi Dijajal, Mobil Baru Wajib Pakai Chip Mulai 2027
Korlantas Pacu Digitalisasi, e-BPKB Wajib untuk Semua Mobil Baru pada 2027
Lahan Eks HGU Siap Dijadikan Huntap Korban Banjir Sumatra