Konferensi pers KPK di Gedung Merah Putih, Rabu (4/3) lalu, menyisakan pernyataan yang cukup menggelitik. Deputi Penindakan Asep Guntur Rahayu mengungkapkan pengakuan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, usai terjaring operasi tangkap tangan. Rupanya, FAR mengaku lebih banyak fokus pada urusan seremonial ketimbang mengurusi teknis birokrasi di kabupatennya.
Alasannya? Menurut Asep yang menyampaikan kembali hasil pemeriksaan, Fadia beralasan latar belakangnya sebagai pedangdut sebelum masuk politik. "Dia mengaku tidak banyak paham soal seluk-beluk birokrasi," kata Asep.
"FAR mengaku urusan teknis birokrasi diserahkan kepada Sekretaris Daerah, sementara dirinya lebih banyak menjalankan fungsi seremonial di lingkungan Kabupaten Pekalongan,"
Namun begitu, pengakuan itu langsung dibantah oleh Asep dengan melihat track record Fadia sendiri. Bagaimana mungkin? Fadia bukanlah pemain baru. Dia terpilih dua kali sebagai bupati dan sebelumnya satu periode menjabat wakil bupati. Mestinya, dengan pengalaman segudang itu, pemahaman tentang tata kelola pemerintahan yang baik sudah jadi makanan sehari-hari.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh
Menag: Peringatan Nuzulul Quran dan Zakat Pejabat Digelar di Istana Negara
Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua DPC PKB Bone Jelang Muscab