TEHERAN – Dunia sepak bola diguncang kabar yang sulit dipercaya. Bomber andalan Iran, Mehdi Taremi, dikabarkan memilih untuk mengakhiri karier sepak bolanya. Bukan untuk pensiun tenang, melainkan untuk terjun langsung ke medan perang.
Ya, sang striker memutuskan gantung sepatu. Rencananya, dia akan angkat senjata, bersiap menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Laporan ini pertama kali beredar dari media Turki, Haberler. Saat ini Taremi memang membela klub Olympiacos di Yunani. Tapi tampaknya, seragam klub itu akan segera dia tinggalkan. Dia dikabarkan akan menyusul dan bergabung dengan barisan tentara Iran.
Bagi Taremi, panggilan untuk membela tanah air rupanya jauh lebih kuat. Dia merasa punya tanggung jawab moral yang tak bisa diabaikan begitu saja, lebih besar dari urusan gol dan trofi.
"Ini adalah momen di mana negara saya sangatlah membutuhkan saya. Saudara saya dan rumah saya berada dalam situasi bahaya, dan saya harus berada di sana,"
Begitu penegasan Taremi yang dikutip dari sumber tersebut, Selasa lalu.
Negosiasi Alot dengan Klub dan Federasi
Jalan menuju keputusannya ini ternyata tidak mulus. Mantan pemain Inter Milan itu masih harus bernegosiasi alot dengan Olympiacos. Dia perlu memutus kontraknya lebih awal, dan itu bukan perkara sederhana.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) justru mengambil posisi berbeda. Mereka berusaha membujuk sang striker berusia 33 tahun itu. Agar tetap bertahan di Yunani dan melanjutkan karier.
Keamanan Taremi sendiri menjadi pertimbangan utama federasi. Kondisi geopolitik yang memanas membuat mereka khawatir. Meski begitu, sumber internal mengaku, keputusan terakhir sepenuhnya ada di tangan Mehdi. Dia yang akan menentukan pilihannya.
Performa Gemilang yang Ditinggalkan
Keputusan ini sungguh berani. Apalagi kalau melihat performanya belakangan ini. Taremi sedang dalam puncak bentuk.
Bersama Olympiacos, mantan bintang FC Porto itu cetak 10 gol dan 3 assist di Liga Super Yunani. Itu hanya dari 16 penampilan. Belum lagi di Liga Champions, dia masih menyumbang 2 gol dan 2 assist.
Kehilangan dia tentu pukulan telak. Baik untuk klub maupun timnas. Tapi tekadnya untuk membela tanah air dengan cara yang berbeda, tampaknya sudah bulat. Lapangan hijau akan kehilangan salah satu penyerangnya, sementara medan lain mungkin akan mendapat seorang pejuang baru.
Artikel Terkait
Persijap Jepara Kalahkan Semen Padang, Papan Bawah BRI Liga 1 Makin Sengit
Moh Zaki Ubaidillah Siap Sambut Debut Tak Terduga di Piala Thomas 2026
Arsenal Dikabarkan Incar Lucas Bergvall, Bintang Muda Tottenham di Tengah Ancaman Degradasi
Newcastle United Incar David De Gea untuk Perkuat Gawang