Menurut perusahaan, langkah ini diambil untuk mengelola keuangan grup secara lebih optimal. Tujuannya jelas: mendukung kebutuhan operasional agar berjalan efisien. "Dilakukan secara wajar, sesuai praktik perbankan umum," tambah mereka.
Ini bukan pinjaman pertama bagi ANJT tahun ini. Masih segar dalam ingatan, pada Mei 2025 lalu mereka juga mengamankan fasilitas serupa dari PT Bank Central Asia Tbk. Nilainya Rp1,6 triliun, juga untuk kepentingan anak-anak usahanya.
Kondisi keuangan ANJT memang sedang menjadi sorotan. Apalagi, belum lama ini perusahaan mengalami perubahan kepemilikan. Pengusaha Ciliandra Fangiono, melalui First Resources Ltd dan PT Ciliandra Perkasa, resmi mengakuisisi perusahaan ini. Transaksi akuisisi itu sendiri dikabarkan bernilai sekitar Rp5,5 triliun.
Dengan dua pinjaman besar dalam setahun, plus perubahan pemegang saham pengendali, perjalanan bisnis ANJT ke depan tentu akan menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 382 Ribu, H-2 dan H-3 Paling Diburu
Perminas Resmi Diresmikan, Fokus Garap Tanah Jarang yang Terpendam
Jelajah Hainan: Liburan Tanpa Visa Mulai Rp 4,1 Juta
Garuda Futsal Siap Hadang Jepang di Indonesia Arena