Aida juga menyampaikan empati mendalam. “Izinkan saya menggarisbawahi kembali pesan yang selalu disampaikan oleh Pak Gubernur tentang rasa prihatin dan duka kami, keluarga besar Bank Indonesia atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Lalu, bagaimana dengan inflasi? Soal pengaruh bencana terhadap kenaikan harga, BI masih menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi, hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) BI di minggu pertama pascabencana sudah menunjukkan tren kenaikan di wilayah-wilayah terdampak.
Memang, harga komoditas seperti beras, telur ayam, dan bawang mulai menunjukkan tanda-tanda stabil. Namun, tekanan harga masih terasa untuk beberapa barang lainnya.
“Yang agak tinggi memang adalah daging ayam ras dan cabai rawit. Tetapi secara keseluruhan seperti disampaikan tadi hanya berada sedikit di atas titik tengah target inflasi mediumnya 2,5 persen,” kata Aida.
Untuk mengantisipasi hal ini, komitmen BI jelas. Mereka akan memperkuat koordinasi lewat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP). Upaya ini diharapkan bisa menahan laju inflasi, khususnya untuk harga pangan bergejolak, agar tetap terkendali hingga akhir tahun nanti.
Artikel Terkait
Djarot Saiful Hidayat Pangling Lihat Perubahan Ruang Kerja di Balai Kota Jakarta
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Israel di Wilayah Tengahnya
Gempa 4,7 SR Guncang Banggaikep, Belum Ada Laporan Kerusakan
Beckham Putra Latihan Malam Hari, Siapkan Fisik untuk FIFA Series 2026