Target 2026: Internet Merata di Semua Desa, Indeks Digital Indonesia Naik

- Rabu, 10 Desember 2025 | 16:40 WIB
Target 2026: Internet Merata di Semua Desa, Indeks Digital Indonesia Naik

Target pemerintah terlihat ambisius: seluruh desa di Indonesia harus sudah tersambung internet pada tahun 2026. Ini jadi bagian dari upaya besar mendorong transformasi digital nasional. Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur digital terus digenjot. Hasilnya, Indeks Transformasi Digital Indonesia pun merangkak naik.

Angkanya bergerak dari 52,95 di tahun 2023 menjadi 54,29 di tahun ini. Bukan kenaikan yang kecil.

“Infrastruktur terbangun, tetapi pemanfaatannya belum kita maksimalkan sesuai dengan kapasitas yang sebenarnya bisa kita dapatkan,”

Demikian penegasan Meutya dalam acara Deklarasi Arah Indonesia Digital di Jakarta, Rabu lalu. Menurutnya, pembangunan digital ini harus seirama dari pusat hingga ke daerah-daerah. Barulah manfaat ekonominya bisa benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, laporan menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan dari wilayah Indonesia timur. Papua, Papua Selatan, Gorontalo, NTB, dan Sulawesi Selatan, misalnya, mencatat peningkatan signifikan. Ini sejalan dengan prioritas pembangunan digital yang memang difokuskan ke kawasan tersebut.

Lalu, ke mana arahnya? Peta jalan Indonesia Digital untuk 2025-2029 dibangun di atas tiga pilar utama: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Pilar Terhubung jelas fokus pada akses. Internet harus inklusif dan terjangkau. Salah satu langkah konkretnya adalah lelang frekuensi 1,4 GHz yang diharapkan bisa menghadirkan layanan internet murah. Sementara itu, pilar Tumbuh lebih melihat pada penguatan ekosistem. Di sini, ada upaya serius untuk pemerintahan digital yang terpadu, mendorong UMKM naik kelas, dan menyelesaikan aturan main untuk Kecerdasan Artifisial. Perpres tentang Tata Kelola dan Etika AI ditargetkan selesai di awal 2026.

Tak ketinggalan, pemerintah juga memperluas pembangunan innovation hub. Jakarta dan Bandung mungkin sudah lebih dulu, tapi Medan dan sejumlah daerah lain kini ikut dikembangkan. Tujuannya sederhana: memperbanyak talenta digital dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru.

Nah, yang terakhir adalah aspek Terjaga. Ini soal keamanan. Ruang digital harus terlindungi dari berbagai ancaman, mulai dari judi online, penipuan siber, sampai kebocoran data pribadi. Perlindungan untuk anak-anak di internet juga jadi perhatian serius.

Kolaborasi dengan BSSN diperkuat untuk mengamankan data-data strategis negara, termasuk pusat data nasional. Regulasi yang membatasi akses digital anak berdasarkan verifikasi usia pun sedang disiapkan. Aturan ini rencananya akan berlaku penuh pada Maret 2026 mendatang.

Jalan menuju desa terhubung penuh masih panjang. Tapi target 2026 itu seperti lampu di ujung terowongan, memberi gambaran bahwa percepatan transformasi digital bukan sekadar wacana.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar