Secara total, hampir 120 juta orang atau sekitar 42% penduduk Indonesia diperkirakan akan memenuhi jalan dan terminal pada periode Nataru kali ini. Angka yang fantastis, bukan?
Lalu, naik apa mereka? Mobil pribadi masih jadi rajanya, dipilih oleh 42,78% traveler. Posisi berikutnya diisi sepeda motor, bus, hingga mobil sewa. Moda udara dan kereta api menyusul di belakang. Pilihan ini punya konsekuensi jelas: tekanan ekstra pada jalan-jalan utama.
Ruas-ruas tol seperti Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi, Semarang–Solo, dan Cikampek–Palimanan diprediksi akan padat merayap. Makanya, rekayasa lalu lintas bakal diterapkan di titik-titik rawan itu untuk mengurai kemacetan.
Kapan puncak kepadatan terjadi? Untuk arus mudik, tandai tanggal 24 Desember 2025. Di hari Rabu itu, diperkirakan ada 17,18 juta perjalanan serentak. Sementara puncak arus balik diprediksi lebih padat lagi, jatuh pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan 20,81 juta perjalanan.
"Tanggal puncak ini menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan," tegas Menhub.
Semua data ini, pada akhirnya, bukan cuma sekadar angka. Ia adalah gambaran besar kerinduan kita untuk pulang, untuk bersantai, dan merayakan bersama setelah setahun penuh kerja.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas