Menteri Luar Negeri Olushegun Adjadi Bakari kemudian menjelaskan bahwa kelompok pemberontak itu hanya sempat menguasai studio televisi untuk sesaat. Sinyalnya pun cepat diputus. "Ada upaya kudeta, tapi situasi terkendali. Sekarang hanya ada sekelompok kecil militer. Sebagian besar tentara masih loyal dan kami sedang mengambil alih situasi," kata Bakari, mencoba menenangkan publik.
Di sisi lain, operasi penangkapan berjalan cepat. Sudah 13 perwira dan prajurit yang diduga terlibat diamankan pada Minggu malam. Dari keterangan beberapa sumber keamanan, hampir semua yang ditangkap adalah tentara aktif. Hanya satu orang yang berstatus purnawirawan.
Yang paling penting, kantor kepresidenan mengonfirmasi bahwa Presiden Talon dalam keadaan selamat dan aman. Secara bertahap, militer loyalis berhasil mengambil alih kembali kendali keamanan negara.
Jadi, meski sempat membuat jantung berdebar, badai kecil di Porto Novo ini akhirnya reda. Pemerintah Benin kembali menegaskan stabilitas negara tetap terjaga.
Artikel Terkait
Purbaya Guncang Kemenkeu: 36 Pejabat Baru Diharap Dorong Indonesia Naik Kelas
Imlek dan Ramadan Berpadu, Lapangan Banteng Jadi Panggung Kerukunan 2026
KPK Serahkan Keputusan Pemeriksaan Jokowi ke Penyidik
Enam Laporan Masuk, Polisi Dalami Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono