Dari Teheran, tuntutan keras dilayangkan Iran kepada Amerika Serikat. Ini syarat mutlak untuk menghentikan perang di Timur Tengah, konflik yang sudah berjalan sejak akhir Februari lalu. Perang ini bukan cuma soal korban jiwa lebih dari 2.000 warga Iran tewas, puluhan ribu bangunan hancur tapi juga menggoyang perekonomian AS. Pasokan minyak yang terputus bikin mereka kelimpungan.
Mohsen Rezaei dari Dewan Penentu Kebijakan Iran tak main-main. Pemerintahannya menuntut AS membayar ganti rugi atas segala kerusakan akibat serangan yang dilakukan bersama Israel.
Tak cuma itu. Rezaei juga mendesak Washington untuk angkat kaki dari kawasan Teluk Persia. Bagi Iran, ini prasyarat lain yang tak bisa ditawar.
"Kami hanya akan mempertimbangkan untuk mengakhiri perang jika, pertama, kami menerima (ganti rugi) dari AS untuk semua kerusakan,"
tegas Rezaei, seperti dilaporkan media Rusia, Minggu lalu.
Artikel Terkait
AS Ancam Hancurkan Pulau Kharg, Iran Balas Ancaman Serang Infrastruktur Minyak Global
Kevin Diks Puji Gol Spektakuler Stöger, Monchengladbach Bangkit Usai Dihajar Bayern
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang
PSSI Dukung Penuh Langkah Menpora Berantas Predator Seksual di Olahraga