Jakarta - Pasca bencana melanda, fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini tertuju ke Sumatera. Banjir dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membuat seluruh instrumen pemerintah dikerahkan. Tujuannya satu: memulihkan kondisi secepat mungkin.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, usai bertemu dengan Presiden di Istana Negara, Selasa lalu. "Beliau hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan segalanya," ujar Muzani.
Pertemuan itu sendiri digunakan Muzani untuk menyampaikan laporan terkini dari lapangan. Prabowo sendiri sudah blusukan sehari sebelumnya, meninjau langsung kerusakan yang terjadi. Rupanya, kunjungan itu meninggalkan kesan yang dalam.
Menurut Muzani, Presiden ikut merasakan beban warga yang kehilangan segalanya. Mulai dari rumah hingga keluarga.
"Beliau melihat langsung kerugian yang didapatkan akibat dari bencana tersebut. Beliau juga melihat langsung pengungsi serta masyarakat yang terdampak akibat dari musibah tersebut," papar Muzani.
"Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk beliau merasakan bagaimana warga yang terkasih, yang tersayang hilang, yang sampai sekarang belum ditemukan jasad dan jenazahnya."
Tak cuma berempati, langkah konkret pun langsung diambil. Perintahnya jelas: semua pihak harus bergerak cepat. Kementerian, lembaga, pemda, sampai BUMN strategis seperti PLN dan Pertamina mendapat instruksi khusus. Prioritas utama? Memperbaiki jalan yang putus dan jaringan komunikasi yang terputus.
"Bahkan Dirut PLN, dirut Pertamina, sudah dikerahkan untuk memulihkan kondisi listrik, suplai bahan bakar di sana agar normal," tambah Muzani.
Di lapangan, situasinya memang cukup pelik. Bencana ini melanda area yang luas di tiga provinsi sekaligus. Sejak hari pertama, bantuan logistik seperti tenda, genset, hingga perangkat Starlink sudah didrop. Tapi tantangannya nyata.
Akses ke titik terdampak seringkali terhambat longsor. Di sinilah peran gabungan BNPB, TNI, dan Polri dibutuhkan untuk mendobrak jalan, mendistribusikan bantuan sampai ke pelosok. Upaya lain yang dilakukan adalah modifikasi cuaca di titik-titik rawan banjir ekstrem, sebuah langkah untuk mencegah keadaan bertambah buruk.
Kerja berat masih menanti. Namun, dengan seluruh sumber daya yang digerakkan, harapannya pemulihan bisa berjalan lebih lancar. Warga yang terdampak tentu menunggu aksi nyata, bukan sekadar kata-kata.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Buka Suara soal Sering Absen Rapat dengan DPR: Jadwal Bentrok
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif