Suasana di Istana Merdeka, Selasa lalu, cukup berbeda. Presiden Prabowo Subianto mengundang banyak tokoh penting negeri ini, dari mantan presiden hingga pimpinan partai politik. Agenda utamanya silaturahmi, tapi jelas ada hal-hal serius yang dibicarakan, terutama menyangkut situasi global yang memanas.
Pasca pertemuan itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sedikit pencerahan. Menurutnya, sikap Indonesia di panggung dunia terkait konflik Timur Tengah masih sama. "Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu," ujar Paloh.
Maksudnya, Indonesia tetap mempertahankan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP). Ini disampaikannya usai bertemu Prabowo bersama para mantan presiden, wakil presiden, dan sejumlah ketua umum partai koalisi.
Namun begitu, Paloh menegaskan bahwa sikap seorang pemimpin itu dinamis. Bisa saja berubah nanti, tergantung perkembangan situasi. "Kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BoP," lanjutnya. Jadi, posisi kita bukan sesuatu yang kaku.
Di sisi lain, pemerintah juga kembali menegaskan prinsip politik bebas aktif. Itu harga mati. Tak lupa, komitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina terus diteguhkan. "Bahwasanya kita menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif, rasa simpati dan empati yang besar terhadap perjuangan rakyat Palestina," beber Surya Paloh.
Pertemuan di Istana sendiri berlangsung cukup khidmat. Dari video yang beredar, terlihat Prabowo masuk ke ruang tengah didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka kemudian menyambut para tamu kehormatan.
Siapa saja yang hadir? Hampir semua tokoh puncak negara hadir. Mulai dari Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi), lalu para mantan wakil presiden seperti Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma'ruf Amin. Suasana terasa seperti reuni elit politik Indonesia.
Formasi duduknya dibuat melingkar. Prabowo mengambil posisi di bagian tengah, satu meja dengan SBY dan Jokowi. Di belakangnya, duduk Mensesneg Prasetyo Hadi dan Setkab Teddy Indra Wijaya.
Sementara Gibran duduk di sisi kanan Prabowo, berjejer dengan para ketua umum partai. Di sisi kiri, duduklah para mantan wapres bersama mantan menteri luar negeri seperti Marty Natalegawa dan Alwi Shihab.
Pertemuan ini juga dihadiri hampir seluruh pucuk pimpinan partai koalisi. Tampak Bahlil Lahadalia (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Al Muzzamil (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat). Mereka semua hadir.
Tak ketinggalan, sejumlah menteri kabinet juga memadati ruangan. Mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Mendagri Tito Karnavian. Jajaran panglima TNI, Kapolri, hingga kepala intelijen negara juga terlihat hadir. Pertemuan yang langka dan lengkap, menunjukkan betapa seriusnya isu yang dibahas.
Dalam gambar yang beredar, Prabowo tampak aktif berbicara di hadapan para tamu undangan. Diskusi berjalan, dan meski detailnya tidak sepenuhnya terbuka, pesannya jelas: di tengah gejolak dunia, Indonesia berusaha menjaga keseimbangan dan solidaritas internal.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz Sita Ratusan Senjata Tradisional Pasca Baku Tembak di Yahukimo
Kementerian Kebudayaan Gelar Peringatan 71 Tahun KAA, Usulkan Kawasan Asia Afrika ke UNESCO
Bamsoet: Komunitas Jeep 4x4 Bisa Jadi Kekuatan Bela Negara dan Tanggap Bencana
Polisi Tangkap Dua Pelaku Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara, Motifnya Dendam