Zelensky Kirim Surat Terbuka ke Putin Usulkan Pertemuan Langsung di Tengah Serangan Rudal dan Drone Masif Rusia

- Jumat, 05 Juni 2026 | 02:40 WIB
Zelensky Kirim Surat Terbuka ke Putin Usulkan Pertemuan Langsung di Tengah Serangan Rudal dan Drone Masif Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, secara resmi mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang berisi ajakan untuk bertemu secara langsung. Surat tersebut dikirim pada Kamis, 4 Juni 2026, waktu setempat, dan menjadi salah satu langkah diplomatik paling gamblang dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Dalam suratnya, Zelensky menegaskan bahwa Ukraina mengusulkan penghentian perang melalui keterlibatan langsung antara kedua pemimpin negara. “Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan,” demikian bunyi pernyataan Zelensky dalam surat tersebut. Ia juga menambahkan bahwa pemerintahannya siap menerapkan gencatan senjata secara penuh selama proses negosiasi berlangsung.

Langkah diplomatik ini muncul di tengah eskalasi militer yang justru semakin intensif. Selasa, 2 Juni 2026, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan mengerahkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal. Berdasarkan laporan yang diterbitkan melalui kanal Telegram resmi, pihak Ukraina mendeteksi sebanyak 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan oleh pasukan Rusia dalam semalam.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 602 drone dan 40 rudal berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina. Namun, serangan itu tetap menimbulkan korban jiwa. Otoritas setempat mencatat sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan yang menghantam sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, hingga Selasa dini hari.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan bahwa gelombang serangan kali ini juga melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon. Jumlah tersebut disebut sebagai pengerahan rudal hipersonik terbesar oleh Rusia selama perang berkecamuk. Rudal Zircon, yang diklaim Moskow memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan kecepatan sembilan kali lipat kecepatan suara, menjadi salah satu senjata paling sulit dihadapi oleh sistem pertahanan udara.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan itu merupakan operasi besar-besaran yang menargetkan fasilitas industri pertahanan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi. Di tengah gempuran militer yang terus berlangsung, surat terbuka Zelensky kepada Putin menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meskipun medan perang terus bergolak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar