Tak cuma berempati, langkah konkret pun langsung diambil. Perintahnya jelas: semua pihak harus bergerak cepat. Kementerian, lembaga, pemda, sampai BUMN strategis seperti PLN dan Pertamina mendapat instruksi khusus. Prioritas utama? Memperbaiki jalan yang putus dan jaringan komunikasi yang terputus.
"Bahkan Dirut PLN, dirut Pertamina, sudah dikerahkan untuk memulihkan kondisi listrik, suplai bahan bakar di sana agar normal," tambah Muzani.
Di lapangan, situasinya memang cukup pelik. Bencana ini melanda area yang luas di tiga provinsi sekaligus. Sejak hari pertama, bantuan logistik seperti tenda, genset, hingga perangkat Starlink sudah didrop. Tapi tantangannya nyata.
Akses ke titik terdampak seringkali terhambat longsor. Di sinilah peran gabungan BNPB, TNI, dan Polri dibutuhkan untuk mendobrak jalan, mendistribusikan bantuan sampai ke pelosok. Upaya lain yang dilakukan adalah modifikasi cuaca di titik-titik rawan banjir ekstrem, sebuah langkah untuk mencegah keadaan bertambah buruk.
Kerja berat masih menanti. Namun, dengan seluruh sumber daya yang digerakkan, harapannya pemulihan bisa berjalan lebih lancar. Warga yang terdampak tentu menunggu aksi nyata, bukan sekadar kata-kata.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar