Dalam sebuah diskusi kebangsaan yang digelar di Istana, Presiden Prabowo Subianto rupanya membahas soal keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, usai menghadiri pertemuan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu.
Paloh menyebut, Prabowo memberikan penjelasan yang cukup mendalam. "Memang dijelaskan tadi," katanya, "ada berbagai pemikiran strategis yang melatarbelakanginya. Kenapa dan mengapa Indonesia akhirnya mengambil posisi sebagai anggota dalam BoP."
Menurut Paloh, langkah pemerintah itu sudah tepat. Ia juga merasa lega karena komitmen politik bebas aktif Indonesia tetap dipertahankan oleh Prabowo.
"Ya jelas lah," ujarnya mantap.
"Bahwasanya kita menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif. Rasa simpati dan empati yang besar terhadap perjuangan rakyat Palestina juga ditegaskan kembali."
Meski situasi di Timur Tengah memanas, Paloh mengisyaratkan bahwa posisi Indonesia di BoP untuk sementara belum berubah. Namun begitu, ia menyisipkan catatan. "Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu," jelasnya.
Kecuali, tentu saja, jika nanti ada perkembangan baru. "Kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti kehadiran Indonesia di BoP," tambah Paloh.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mentah Anjlok, IEA Siapkan Pelepsan Cadangan Darurat
Israel Lancarkan Serangan ke Basis Hizbullah di Beirut, Kelompok Balas dengan Puluhan Roket
Kemenag Dorong Praktik Keagamaan yang Lebih Berdampak Sosial dan Ekonomi
Menkeu Purbaya: Depresiasi Rupiah 0,3% Lebih Baik Dibanding Mata Uang Negara Tetangga