Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran Lewat Jalur Darat ke Azerbaijan

- Rabu, 04 Maret 2026 | 03:15 WIB
Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran Lewat Jalur Darat ke Azerbaijan

Jakarta - Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah, pemerintah Indonesia bergerak cepat. Menlu Sugiono mengonfirmasi ada 15 WNI di Teheran yang bersiap dievakuasi. Rencananya, mereka akan dibawa lewat Baku, Azerbaijan.

“Sedang diatur kapan pelaksanaannya, soalnya ruang udara juga sedang ditutup,” ujar Sugiono di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3) malam.

Dia menjelaskan, perjalanan darat dari Teheran ke Baku sendiri bakal makan waktu cukup lama, sekitar sepuluh jam. Makanya, persiapan harus matang.

Kerja sama dengan KBRI di Iran pun digenjot. Mereka mengatur waktu yang tepat sebelum konvoi darat akhirnya bergerak. Persiapan logistik dan kondisi kesehatan setiap warga jadi pertimbangan utama, mengingat perjalanan yang panjang sebelum akhirnya terbang ke Jakarta.

Menurut Menlu, kelima belas orang inilah yang secara resmi mengajukan permohonan untuk segera dipulangkan.

“Yang minta evakuasi, ya kita evakuasi. Nggak mungkin memindahkan orang yang nggak mau,” tegasnya.

Di sisi lain, situasinya berbeda untuk WNI yang tersebar di negara-negara Teluk lainnya. Sebut saja Arab Saudi, Uni Emirat Arab, atau Qatar. Di sana, meski jumlahnya puluhan ribu, belum ada permintaan evakuasi yang masuk. Mereka memilih untuk tetap tinggal, setidaknya untuk saat ini.

p>Merespon eskalasi yang kian meningkat, Sugiono sudah memerintahkan Dubes RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, buat segera mengambil langkah. Perintahnya jelas: lakukan evakuasi secepatnya bagi yang menginginkannya.

“Tadi siang saya sudah perintahkan Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah yang segera,” ucapnya.

Perkembangan di lapangan, tentu saja, masih terus dipantau ketat. Dinamika konflik antara Iran, AS, dan Israel bisa berubah kapan saja. Menlu juga menyebut Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi segala kemungkinan dampak dari konflik ini.

Jadi, semua mata kini tertuju pada perjalanan darat yang berisiko itu. Semoga saja lancar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar