Pemerintah Mulai Reforestasi 2.557 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo

- Rabu, 04 Maret 2026 | 01:50 WIB
Pemerintah Mulai Reforestasi 2.557 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo

Hari ini, di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, suasana sedikit berbeda. Pemerintah akhirnya memulai aksi nyata: reforestasi. Upaya menghijaukan kembali hutan yang telah lama terdegradasi ini resmi dimulai, sebagai bagian dari langkah pemulihan ekosistem yang memang sudah sangat mendesak.

Menteri Kehutanan, Raja Antoni, tampak hadir langsung dalam peluncuran program tersebut. Dengan nada optimis, ia menjelaskan bahwa ini adalah buah kerja sama pemerintah pusat dan daerah.

“Alhamdulillah hari ini kita memulai melakukan reforestasi, menghijaukan kembali, menghutankan kembali Taman Nasional Tesso Nilo. Ini adalah rangkaian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan kembali ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo,” ujar Raja Antoni, Selasa lalu.

Memang, persoalan di Tesso Nilo bukanlah hal baru. Menurut sang Menteri, masalahnya sudah menahun dan sangat kompleks. Tapi ia meyakini, kini ada titik terang.

“Persoalan Tesso Nilo ini adalah persoalan yang sudah melapuk, karena memang sudah akut. Namun alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto persoalan ini mulai dapat kita urai,” tegasnya.

Sebelum sampai ke tahap penanaman bibit, sejumlah langkah pendahuluan telah diambil. Beberapa bulan sebelumnya, pemerintah melakukan relokasi lahan bagi masyarakat yang berkebun di dalam kawasan. Tak hanya itu, pemusnahan sawit ilegal juga telah dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum.

“Teman-teman yang berkebun di Tesso Nilo mendapat lahan pengganti sebagai bagian dari upaya kita mencari titik temu, bukan titik tengkar. Mengurai persoalan, bukan menambah kusut benang yang memang sudah kusut,” jelas Raja Antoni.

Nah, untuk tahun 2026 ini, targetnya cukup ambisius: reforestasi di lahan seluas 2.557 hektare. Launching-nya sendiri dilakukan di area sekitar 400 hektare, dengan 2.000 bibit pohon mulai ditancapkan ke tanah. Ini baru permulaan. Secara keseluruhan, target jangka panjang pemulihan mencapai 69.000 hektare – angka yang tidak kecil.

Dukungan lintas sektor pun digalang. Raja Antoni tampaknya berharap besar pada kolaborasi ini.

“Insya Allah dengan dukungan semua pihak, terutama Pak Gubernur, Pak Pangdam, Pak Kajati, Pak Kapolda, Pak Bupati, seluruh stakeholder yang ada, Taman Nasional Tesso Nilo yang sangat kaya dan terkenal di dunia ini akan dapat kita pulihkan. Insya Allah anak cucu kita bisa mendapat anugerah dari apa yang kita kerjakan hari ini,” pungkasnya.

Harapannya jelas: kerja keras hari ini bukan untuk mereka yang hadir di lapangan, melainkan warisan bagi generasi mendatang. Langkah kecil dimulai, meski jalan yang ditempuh masih sangat panjang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar