Jorge Martin Bangkit dari Cedera, Finis Keempat di Seri Pembuka MotoGP 2026

- Rabu, 04 Maret 2026 | 01:35 WIB
Jorge Martin Bangkit dari Cedera, Finis Keempat di Seri Pembuka MotoGP 2026

Udara panas Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026) itu, menyimpan sebuah kejutan. Jorge Martin, sang pembalap Aprilia Racing, berhasil meraih posisi keempat di seri pembuka MotoGP musim ini. Hasil yang bikin kaget, bahkan buat dirinya sendiri. Bagaimana tidak? Dua bulan sebelumnya, pria yang akrab disapa "The Martinator" ini masih berjuang dengan cedera parah. Ia bahkan mengaku tak bisa melakukan hal dasar seperti makan.

"Balapan yang luar biasa, saya benar-benar senang," ujar Martin.

Suaranya terdengar penuh emosi saat berbicara kepada tim MotoGP. "Saya bangga dengan persiapan yang sudah dilakukan. Coba bayangkan, dua bulan lalu saya nggak bisa makan! Sekarang saya di sini, finis keempat. Ini gila, benar-benar luar biasa!"

Kutipan itu, seperti dilaporkan Crash (4/3/2026), menggambarkan betapa perjalanannya menuju garis finis di Buriram ibarat sebuah keajaiban. Cedera di pergelangan tangan dan tulang selangkanya tahun lalu menghantuinya. Ia sampai harus menjalani operasi lanjutan dan terpaksa melewatkan tes pramusim penting di Sepang, Malaysia. Bayangkan saja, memulai musim baru dengan motor baru, Aprilia RS-GP, tapi dengan persiapan yang sangat minim dan kondisi fisik yang jauh dari prima.

Namun begitu, mental pebalap juara dunia itu nggak mudah patah. Tanpa tes di Sepang, Martin baru benar-benar merasakan "jantung" motornya seminggu sebelum balapan. Adaptasinya bisa dibilang kilat. Di akhir pekan, ia mulai dari posisi kedelapan saat tes, lalu naik ke posisi kelima di kualifikasi dan balap sprint. Puncaknya, di race utama ia finis keempat. Hasil yang langsung menempatkannya di peringkat empat klasemen sementara. Sebuah pencapaian yang ia sendiri sulit percayai.

Balapannya sendiri nggak mudah. Sepanjang race, Martin terlibat duel sengit dengan para rival berat. Marc Marquez dari Ducati Lenovo dan Pedro Acosta dari Red Bull KTM sempat membuatnya kehilangan waktu berharga.

"Hari ini saya merasa ada kemajuan besar dalam gaya balap saya," sambung Martin, mengakui duel itu.

"Memang saya kehilangan waktu saat berduel dengan Marc dan Pedro, tapi saya menikmatinya. Kalau nggak ada halangan itu, mungkin saya bisa naik podium atau setidaknya mendekati Raul. Tapi ya, inilah balapan. Saya cuma perlu sedikit meningkatkan kualifikasi dan kecepatan untuk bisa benar-benar bertarung dengan mereka."

Selain duel seru, tantangan lain datang dari kondisi trek. Cuaca panas Thailand memaksanya pintar-pintar mengelola konsumsi bensin dan kondisi ban. Di sisi lain, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, justru sukses mendominasi dan meraih kemenangan perdana musim 2026. Tapi bagi Martin, sekadar bisa menyelesaikan balapan dengan kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya, itu sudah seperti sebuah kemenangan besar. Sebuah awal musim yang penuh kejutan dan cerita tentang bangkit dari keterpurukan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar