Situs Liyangan Temanggung: Misteri Peradaban Mataram Kuno yang Tersegel Abu Vulkanik
Situs Liyangan di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, kembali menjadi perhatian para arkeolog. Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: tidak ditemukan indikasi korban jiwa akibat letusan besar yang mengubur permukiman kuno ini sekitar abad ke-17 Masehi.
Misteri Evakuasi Masyarakat Liyangan Kuno
Menurut Sugeng Riyanto, Peneliti Ahli Madya BRIN, masyarakat Liyangan Kuno diduga telah berhasil menyelamatkan diri sebelum letusan besar terjadi. "Mereka meninggalkan wilayahnya, tetapi warisan peradabannya tersimpan utuh di bawah abu gunung," jelas Sugeng melalui situs resmi BRIN.
Jaringan Peradaban Mataram Kuno yang Hilang
Situs Liyangan merupakan bagian penting dari jaringan peradaban Mataram Kuno di Jawa Tengah. Kawasan seluas 159 hektare ini menunjukkan bukti perencanaan ruang yang kompleks melalui struktur teras dan saluran air yang canggih.
Kehidupan Masyarakat Liyangan yang Maju
Temuan arkeologi mengungkap kemajuan peradaban Liyangan:
- Sistem terasering dan pertanian berkelanjutan
- Struktur lumbung penyimpanan hasil panen
- Artefak logam dan peralatan rumah tangga
- Wadah keramik yang mirip relief Candi Borobudur
Pelestarian Situs Liyangan untuk Edukasi
BRIN menekankan pentingnya pelestarian berbasis masyarakat. Situs Liyangan memiliki potensi besar sebagai sumber pengetahuan dan edukasi tentang hubungan manusia dengan bencana alam pada masa klasik.
Kunci Memahami Hubungan Manusia dan Bencana
Irfan Mahmud, Kepala Pusat Riset Arkeologi BRIN, menyatakan situs ini menyimpan bukti kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam. "Riset multidisiplin diperlukan untuk menelusuri aspek biogenetik dan lanskap antropogenik di wilayah ini," pungkas Irfan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu