Fortuner Modifikasi Jadi Gudang Solar, Sopir Tertangkap Basah Sedang Hisap Sabu

- Rabu, 07 Januari 2026 | 07:20 WIB
Fortuner Modifikasi Jadi Gudang Solar, Sopir Tertangkap Basah Sedang Hisap Sabu

Bau menyengat bensin solar itu yang pertama kali menarik perhatian petugas. Saat sebuah Toyota Fortuner melintas dan masuk ke Rest Area KM 21B Tol Jagorawi, Minggu malam lalu, aroma tak biasa itu langsung tercium. Ternyata, dugaan mereka benar. Di dalam mobil, seorang sopir berinisial DP (23) sedang asyik menghisap sabu menggunakan sebuah selang. Bukan cuma itu, pemeriksaan lebih lanjut membongkar modifikasi nakal di bagasi mobil: sebuah tangki tersembunyi yang penuh dengan ratusan liter solar bersubsidi.

DP akhirnya ditangkap. Menurut penuturan Kompol Ahmad Jaluli, Kepala Induk Patroli Jalan Raya Tol Jagorawi, pelaku ini hanyalah seorang kaki tangan. "Dia cuma karyawan yang disuruh isiin bensin sama atasannya. Kerjaannya ya sudah sering begitu," ujar Ahmad, Senin (5/1).

DP mengaku hanya menjalankan perintah bos. Untuk melancarkan aksinya, ia dibekali uang Rp 3 juta dan seperangkat alat pengelabu yang cukup lengkap: 28 barcode khusus dan 16 pelat nomor kendaraan palsu. Modusnya sederhana tapi sistematis. Sebelum masuk ke SPBU di wilayah Sukabumi, ia akan berhenti di tempat gelap untuk berganti identitas mobil.

"Nah, setiap mau sampai ke SPBU, dia berhenti dulu buat ganti pelat dan siapin barcode," jelas Ahmad.

Dengan batas pembelian 20 liter per SPBU, DP memutar-mutar mobilnya dari satu pom bensin ke pom bensin lain. Hasil kumpulannya ditampung di tangki modifikasi berkapasitas 400 liter di bagasi Fortuner itu. Rencananya, solar murah subsidi yang dibeli dengan harga Rp 6.800 per liter ini akan dijual kembali oleh sang bos dengan harga yang bisa melambung hingga Rp 15.000 per liter.

Namun begitu, aksi malam itu tidak berjalan mulus. Setelah ketahuan, DP dibawa ke pos sekuriti rest area. Di sinilah drama kecil terjadi. Pelaku sempat melawan dan berusaha kabur.

"Dilakban tangannya, ada selah kaca, kepalanya dijedotin. Lompat kabur, jatuh ke selokan," terang Ahmad Jajuli menggambarkan kejadian itu.

Usahanya sia-sia. DP berhasil ditangkap kembali tak lama setelah terjun ke selokan dan akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi kini masih mendalami asal-usul puluhan barcode dan pelat palsu yang digunakan, sekaligus memburu sang dalang, yaitu atasan DP yang memberi perintah.

Sementara itu, barang bukti telah diamankan. Selain sabu dan peralatan hisap, ada mobil Fortuner dengan tangki modifikasi yang canggih. "Alatnya colok di tangki, ada pompa otomatis tinggal mencet doang," tambah Ahmad, menggambarkan betapa operasi ini sudah dipersiapkan dengan rapi.

Kasus ini kembali menyoroti praktik penyalahgunaan solar subsidi yang merugikan negara dan masyarakat. Sebuah modus klasik, tapi dilakukan dengan cara yang semakin berani dan terorganisir.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar