Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal akhir 2025 ternyata jauh melambat. Angkanya hanya 1,4 persen, sebuah penurunan tajam dari capaian 4,4 persen di kuartal sebelumnya. Menurut Menteri Keuangan Scott Bessent, ada satu biang keladi utama di balik perlambatan ini.
“Penutupan terlama dalam sejarah inilah yang menyebabkan penurunan tajam pada kuartal keempat,” tegas Bessent dalam sebuah wawancara televisi, Minggu (22/2/2026).
Dia meyakini, tanpa gangguan dari penutupan pemerintah itu, pertumbuhan ekonomi AS seharusnya bisa 100 hingga 200 basis poin lebih tinggi. Artinya, performa kuartal lalu bisa jauh lebih baik.
Artikel Terkait
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions