"Saya ingin menjadi tempat cerita mereka, layaknya seorang sahabat," ujarnya suatu kali.
Perubahan ini memang terasa menyeluruh. Di sisi lain, keputusannya untuk menghapus tato yang selama ini melekat di tubuhnya seakan menjadi simbol dari proses pertobatan yang sedang dijalaninya. Sebuah babak baru yang ia tulis dengan penuh kesadaran.
Tak hanya itu, kebahagiaannya sebagai ibu juga terpancar jelas. Baru-baru ini, ia bahkan tak bisa menyembunyikan tangis bahagia saat putri sulungnya berhasil menjadi finalis Gadis Sampul. Momen haru yang menunjukkan betapa ia sepenuhnya hadir dalam setiap langkah anak-anaknya.
Pada akhirnya, yang dilakukan Sheila Marcia ini mungkin bisa menjadi renungan bagi banyak orang tua. Belajar dari masa lalu bukan untuk disesali, tapi untuk dijadikan pijakan membangun masa depan yang lebih baik terutama untuk generasi berikutnya.
Artikel Terkait
Doktif Tegas Tolak Ajakan Damai Richard Lee: Ora Sudi!
Herdman Tiba, Sorotan Langsung ke Duel Panas Persib vs Persija
Kadin Siap Pacu Ekonomi 2026, Targetkan Pertumbuhan Tembus 5,4%
Kemarahan Warga Minneapolis Meledak, Aksi Massa Serentak Guncang AS Usai Penembakan oleh ICE