"Saya ingin menjadi tempat cerita mereka, layaknya seorang sahabat," ujarnya suatu kali.
Perubahan ini memang terasa menyeluruh. Di sisi lain, keputusannya untuk menghapus tato yang selama ini melekat di tubuhnya seakan menjadi simbol dari proses pertobatan yang sedang dijalaninya. Sebuah babak baru yang ia tulis dengan penuh kesadaran.
Tak hanya itu, kebahagiaannya sebagai ibu juga terpancar jelas. Baru-baru ini, ia bahkan tak bisa menyembunyikan tangis bahagia saat putri sulungnya berhasil menjadi finalis Gadis Sampul. Momen haru yang menunjukkan betapa ia sepenuhnya hadir dalam setiap langkah anak-anaknya.
Pada akhirnya, yang dilakukan Sheila Marcia ini mungkin bisa menjadi renungan bagi banyak orang tua. Belajar dari masa lalu bukan untuk disesali, tapi untuk dijadikan pijakan membangun masa depan yang lebih baik terutama untuk generasi berikutnya.
Artikel Terkait
Wamen Investasi: Perizinan Berbelit Sebabkan Indonesia Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH