Termasuk, lanjutnya, motif untuk membuat hoaks atau disinformasi dan misinformasi.
Bahkan, Kementerian Kominfo mencatat ada hampir 2.000 konten hoaks yang beredar di media sosial sepanjang tahun 2024.
"Data yang kami temukan, sepanjang 2024 terdapat total 1.923 konten hoaks," jelasnya.
Namun begitu, angka itu mungkin hanya puncak gunung es. Nezar meyakini jumlah sebenarnya pasti lebih dari yang berhasil terdata.
Kekhawatiran ini makin punya dasar kuat. Survei Kominfo menunjukkan 11,9 persen responden mengaku pernah menyebarkan berita hoaks.
"Nah ini menunjukkan bahwa masalahnya tidak hanya pada supply hoaks, tapi juga pada kerentanan yang berada di masyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
OJK dan Pemerintah Inggris Bentuk Kelompok Kerja Strategis untuk Pembiayaan Iklim
IMF Desak AS Kurangi Pembatasan Perdagangan demi Stabilitas Global
KAI Ingatkan Batas Ukuran dan Tarif Kelebihan Bagasi Kereta Jelang Mudik
Kemensos: 90% Bansos Reguler Tersalur, Rp632 Miliar Dikucurkan untuk Korban Bencana Sumatera