Dua pejabat AS yang hadir bahkan menggambarkan MBS sebagai "pemimpin yang kuat" dalam momen itu.
Menurut laporan yang sama, Trump-lah yang mengangkat isu tersebut selama pertemuan pada 18 November itu. Desakannya terus mengeras.
Akibatnya, suasana pun berubah tegang. Saat tekanan dari Trump makin menjadi, MBS membalas dengan tekanan yang sama kuatnya. Sebuah sikap yang jelas menunjukkan bahwa untuk urusan ini, Saudi tidak mau berkompromi.
Laporan ini, seperti diberitakan Al Arabiya, muncul pada Rabu (26/11/2025), mengonfirmasi ketegangan yang terjadi di balik pintu tertutup Gedung Putih.
Artikel Terkait
Ghost in the Cell Joko Anwar Tayang April 2026, Usung Satir Politik di Balik Cerita Horor Penjara
DPR Dorong Proses Hukum Tegas untuk 16 Mahasiswa UI Terduga Pelecehan Seksual
WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun
Final Trailer Ikatan Darah Tampilkan Aksi Brutal dan Lokalitas Indonesia