Pertemuan puncak antara Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pekan lalu ternyata tidak berjalan mulus. Alih-alih menemukan titik terang, percakapan justru memanas.
Media Axios, mengutip sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, melaporkan bahwa Trump mendesak dengan keras agar Riyadh segera bergabung dengan perjanjian perdamaian regional Abraham Accords. Intinya, Washington ingin Saudi segera melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Namun begitu, desakan itu ditolak mentah-mentah oleh MBS.
Dia dengan tegas menegaskan kembali posisi negaranya yang sudah lama dipegang. Bagi Saudi, jalan menuju normalisasi apa pun dengan Tel Aviv hanya bisa terbuka jika Israel menerima solusi dua negara. Syarat utamanya adalah pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
"Putra Mahkota Saudi menanggapi dengan tegas permintaan Trump dan memegang teguh posisinya," tulis Axios dalam laporannya.
Artikel Terkait
Ghost in the Cell Joko Anwar Tayang April 2026, Usung Satir Politik di Balik Cerita Horor Penjara
DPR Dorong Proses Hukum Tegas untuk 16 Mahasiswa UI Terduga Pelecehan Seksual
WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun
Final Trailer Ikatan Darah Tampilkan Aksi Brutal dan Lokalitas Indonesia