Final Trailer Ikatan Darah Tampilkan Aksi Brutal dan Lokalitas Indonesia

- Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB
Final Trailer Ikatan Darah Tampilkan Aksi Brutal dan Lokalitas Indonesia

Jakarta – Final trailer Ikatan Darah akhirnya meluncur. Produksi Uwais Pictures ini langsung menohok dengan sajian aksi brutal dan intens, sebuah janji pertarungan yang bakal memukau penonton bioskop. Disutradarai Sidharta Tata, film ini menghadirkan koreografi pertarungan yang hidup dan dinamis. Yang menarik, pengambilan gambarnya begitu imersif, seolah-olah kita terjebak di tengah pusaran konflik itu sendiri.

Deretan nama papan atas mengisi daftar pemainnya. Ada Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, hingga Lydia Kandou. Proyek kolaborasi ini juga melibatkan KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active.

Trailer terakhir itu memberikan gambaran lebih jelas tentang karakter anggota Geng Mafia Primbon. Boris, yang diperankan Abdurrahman Arif, tampil begitu sadis. Ia memainkan beragam senjata tajam, mulai dari mesin pemotong rumput hingga parang. Di sisi lain, karakter Macan (Rama) dikenal dengan gaya bertarung kejamnya; ia gemar mempermainkan lawan sebelum akhirnya melukai.

Namun begitu, bukan hanya aksi fisik yang ditonjolkan. Ada momen emosional yang menyentuh antara Mega (Livi Ciananta) dan Dini (Ismi Melinda). Dua sahabat ini terpaksa berhadapan karena sebuah keadaan yang memisahkan mereka.

Bagi Sidharta Tata, film ini adalah sebuah lompatan. Ia yang sebelumnya dikenal lewat serial aksi, kini bekerja sama dengan Iko Uwais sebagai produser eksekutif. Tata mengaku, kolaborasi ini adalah impian lama, terutama karena ia adalah penggemar berat The Raid.

Proses produksinya sendiri menjadi sekolah baginya. Banyak hal dipelajari, terutama soal membangun adegan aksi yang terasa nyata. "Yang menarik di sini adalah kameranya ikut berantem," ujar Tata.

"Nah, itu yang belum pernah saya temukan sebenarnya. Tradisi Uwais Pictures itu menciptakan semua elemen untuk mendukung koreografi fight agar nyata, termasuk cara kerja kamera," jelasnya.

Ia menyebut pengalaman itu "gila", tapi sangat menyenangkan. "Wah, aku melihatnya gila ya. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Dan di final trailer, penonton bisa melihat dinamisnya fighting di film ini," tambahnya.

Menariknya, Ikatan Darah tidak bergantung pada senjata api. Fokusnya justru pada pertarungan tangan kosong dan senjata tajam yang akrab dengan keseharian kita. Celurit, golok, dan sejenisnya.

"Saya sedang menerjemahkan sesuatu yang berhubungan dengan lokalitas Indonesia. Dari pengalaman empiris saya, senjata tajam dengan berbagai bentuk alat seperti celurit dan golok itulah yang dekat," ungkap Tata.

Budaya Indonesia, baginya, adalah jiwa. "Rekam jejak film saya selalu tak lepas dari kultur Indonesia yang sangat Indonesia sekali. Lokalitas itu yang saya manfaatkan, termasuk di Ikatan Darah," lanjut sutradara tersebut.

Tak cuma aksi, film ini dibangun dengan set yang realistis. Perkampungan padat dan gang sempit dirancang matang untuk mendukung suasana cerita. Beberapa adegan bahkan melibatkan ratusan figuran untuk menciptakan skala yang epik.

Detail produksi yang kuat ini rupanya sudah diakui. Film ini sempat menyabet penghargaan Best Production Design di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF20).

Sebelum tayang di dalam negeri, Ikatan Darah telah melakukan world premiere di Fantastic Fest 2025. Dan bagi penonton Indonesia, film ini bisa disaksikan di bioskop mulai 30 April 2026.

(Maiza Jasmine A.R)

ELG

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags