BPJS Ketenagakerjaan dan Wali Kota Jaksel Pastikan Santunan Pekerja Sampah Tewas Tugas

- Rabu, 15 April 2026 | 09:15 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan Wali Kota Jaksel Pastikan Santunan Pekerja Sampah Tewas Tugas

Rumah duka itu ramai oleh pelayat. Di tengah suasana haru, dua sosok hadir memberikan penghiburan. Mereka adalah Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, dan Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar. Keduanya menyambangi keluarga almarhum Abdul Kadir, seorang Pegawai Harian Lepas (PHL) pengangkut sampah yang meninggal saat bertugas.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Intinya, mereka ingin memastikan langsung bahwa santunan dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) benar-benar sampai ke tangan ahli waris. Sebuah bentuk empati, sekaligus bukti nyata perlindungan negara untuk pekerja.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam,” ujar Saiful Hidayat di lokasi.

Dia menambahkan, kehadirannya hari ini adalah untuk memastikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan telah diterima. “Tentunya ini sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam melindungi para pekerja Indonesia,” tegasnya.

Menariknya, laporan kasus ini awalnya masuk lewat jalur tak biasa. Saiful mengungkapkan, informasi pertama justru datang dari pesan langsung (DM) Instagram anak almarhum. “Laporan tersebut langsung saya tindaklanjuti secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan,” katanya. Berkat proses yang dijalankan, santunan pun cair tanpa ada potongan biaya.

Di sisi lain, respons keluarga pun terasa hangat. Ma’anih, sang istri, tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas pelayanannya yang begitu cepat, ramah, dan transparan,” ungkapnya.

Dia berharap santunan itu bisa menopang kebutuhan keluarga, terutama untuk anaknya yang sedang sakit. Sebuah harapan sederhana di tengah kesedihan yang mendalam.

Merespons apresiasi itu, Saiful kembali menegaskan komitmennya. Layanan klaim, menurutnya, harusnya tanpa antrean dan tanpa kesulitan. “Tujuan utama kami adalah menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia dan keluarganya,” imbuhnya.

Untuk itu, berbagai kanal disiapkan. Mulai dari layanan online, kantor cabang, hingga aplikasi JMO. Konsep "one stop service" terus dioptimalkan agar akses semakin mudah.

Melihat proses yang berjalan lancar ini, Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, turut angkat bicara. Dia memastikan bahwa hampir seluruh PHL di wilayahnya sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi, kata dia, akan terus digencarkan.

“Pemberian santunan seperti ini bukan hanya sekali, tetapi sudah sering kali,” kata Anwar.

Artinya, menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan selama ini cukup tepat waktu. Tidak rumit, dan yang penting, tidak dipersulit. Sebuah penegasan yang mungkin ingin didengar oleh banyak pekerja di luar sana.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar