Winarto, sang Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), memutuskan untuk mundur. Pengunduran dirinya resmi diajukan kemarin, tepatnya tanggal 13 April 2026.
Hal itu disampaikan Corporate Secretary Ancol, Agung Praptono, lewat keterbukaan informasi di hari Selasa ini. "Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Winarto selaku Direktur Utama perseroan," ujarnya.
Latar belakang mundurnya Winarto masih belum jelas. Yang pasti, dia baru memimpin Ancol sejak pertengahan Agustus 2022, menggantikan Teuku Sahir Syahali berdasarkan keputusan RUPS.
Menurut Agung, langkah ini tak akan menggoyang perusahaan. "Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan," tegasnya.
Kebetulan sekali, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sudah dijadwalkan hari ini juga. Perubahan susunan pengurus tentu akan jadi pembahasan penting dalam forum tersebut.
Sebelum memimpin Ancol, karir Winarto sudah panjang. Pria lulusan Psikologi UGM tahun 1983 ini sempat menjadi Dirut Pusat Pengelolaan Komplek Bung Karno dari 2016 hingga 2021.
Bahkan, dia sudah lama berkecimpung di dalam tubuh Ancol sendiri. Jejaknya meliputi berbagai posisi kunci, mulai dari Direktur Rekreasi, Direktur Utama PT Jaya Ancol Pratama, hingga beberapa kali menjabat sebagai Direktur Properti. Periode terakhirnya sebagai Wakil Direktur Properti berlangsung cukup lama, dari 2002 hingga 2025.
Kini, dengan pengunduran dirinya, babak baru kepemimpinan di Ancol akan segera dimulai.
Artikel Terkait
BEI Masukkan Saham Transcoal Pacific ke Kategori Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
Wall Street Bersiap Hadapi Pekan Penuh Tantangan dengan Data Tenaga Kerja dan Inflasi
Kemenkeu Juarai Turnamen Catur Antar-Emiten dan Kementerian di BEI
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan