PT Segar Kumala Indonesia (BUAH) Ekspansi ke Bisnis Daging Ayam

- Minggu, 05 April 2026 | 14:00 WIB
PT Segar Kumala Indonesia (BUAH) Ekspansi ke Bisnis Daging Ayam

PT Segar Kumala Indonesia, atau BUAH, ternyata tak cuma mau berkutat di buah-buahan. Emiten ini baru saja mengumumkan rencana ekspansinya ke bisnis perdagangan daging ayam dan produk olahannya. Langkah ini, menurut manajemen, diambil setelah melihat prospek sektor pangan segar yang masih terlihat cerah dan permintaannya yang stabil.

Memang, kebutuhan masyarakat akan bahan pangan seperti buah, sayur, hingga daging dan ikan, tampaknya tak pernah benar-benar surut. Data Susenas dari 2015 hingga 2025 pun menggambarkan pola yang cukup konsisten. Di tahun 2025 nanti, hampir setengah dari pengeluaran rumah tangga tepatnya 49,42 persen masih dialokasikan untuk makanan. Rata-rata, setiap orang menghabiskan sekitar Rp775.516 per bulan hanya untuk belanja bahan makanan. Angka itu dengan jelas menunjukkan betapa pangan masih menjadi pos pengeluaran utama.

Di sisi lain, ada tren menarik yang menguatkan peluang ini. Konsumsi protein masyarakat Indonesia terus naik, mencapai 62,78 gram per kapita per hari di 2025. Peningkatannya banyak disumbang oleh protein hewani: ikan, daging, telur, dan susu. Tak cuma itu, pengeluaran untuk komoditas tertentu juga merangkak naik. Daging tumbuh 3,51 persen, sayuran 7,61 persen, dan buah-buahan bahkan melesat 9,43 persen. Tren ini buka-bukaan menunjukkan bahwa pasar pangan segar, termasuk di dalamnya daging ayam, masih punya ruang untuk berkembang.

Dengan melihat semua data itu, manajemen BUAH merasa yakin.

"Dengan didukung permintaan pasar yang relatif stabil, kesinambungan konsumsi, serta potensi pertumbuhan yang positif, kami simpulkan penambahan kegiatan usaha ini layak dari sisi pasar,"

Begitu penjelasan resmi mereka yang dirilis ke BEI, Kamis lalu.

Lalu, apakah BUAH sudah siap secara operasional? Tampaknya iya. Perusahaan ini mengklaim punya infrastruktur dan sumber daya yang mumpuni. Saat ini mereka sudah mengoperasikan 18 cabang cold storage yang tersebar di beberapa kota, yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pemasaran dan distribusi. Sistem distribusinya juga terintegrasi, mulai dari terima barang dari pemasok, simpan di gudang dingin, pengecekan kualitas, hingga kirim ke pelanggan menggunakan armada berpendingin. Jadi, tinggal dimanfaatkan saja untuk lini usaha baru ini.

Namun begitu, rencana ini tentu belum final. Perseroan akan membawanya ke meja Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk minta persetujuan. RUPS dijadwalkan digelar pada 12 Mei 2026 mendatang. Tinggal tunggu hasilnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar