Israel Hentikan Aktivitas Pendidikan dan Tutup Pantai di Perbatasan Lebanon Akibat Eskalasi Konflik

- Minggu, 31 Mei 2026 | 09:15 WIB
Israel Hentikan Aktivitas Pendidikan dan Tutup Pantai di Perbatasan Lebanon Akibat Eskalasi Konflik

Militer Israel mengumumkan penghentian seluruh aktivitas pendidikan dan penutupan pantai di wilayah perbatasan dengan Lebanon pada Sabtu, di tengah eskalasi ketegangan dengan kelompok Hizbullah. Langkah ini diambil setelah otoritas keamanan melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi di wilayah utara negara tersebut.

Berdasarkan laporan media setempat, kebijakan tersebut tidak hanya menghentikan kegiatan sekolah di komunitas yang berbatasan langsung dengan Lebanon, tetapi juga membatasi berbagai kegiatan publik. Warga di daerah terdampak diminta untuk tetap berada di dekat shelter dan ruang perlindungan pada Minggu dan Senin. Di kawasan Upper Galilee dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, aktivitas pendidikan hanya diizinkan berlangsung di gedung yang memiliki akses langsung ke area perlindungan.

Pengumuman itu muncul di tengah laporan yang menyebutkan bahwa militer Israel sedang memperdalam operasi daratnya di Lebanon. Militer Israel dilaporkan telah membangun jembatan di atas Sungai Litani untuk mempermudah pergerakan pasukan menuju titik-titik strategis.

Sementara itu, Hizbullah memperluas jangkauan serangannya ke wilayah Israel utara pada hari yang sama. Kelompok tersebut menyatakan bahwa aksi ini merupakan balasan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran harian Israel terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April dan telah diperpanjang hingga awal Juli.

Seorang sumber senior militer Lebanon mengungkapkan bahwa pasukan Israel telah mencapai sejumlah desa dan kota di utara Sungai Litani, termasuk Zawtar al-Sharqiya dan Shaqif Arnoun, hingga mendekati pinggiran Kota Nabatieh. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat sebelumnya menyatakan bahwa tentaranya telah melintasi Sungai Litani dan bergerak menuju apa yang ia sebut sebagai “posisi kendali.”

Sejak 2 Maret, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Lebanon. Data resmi Lebanon mencatat bahwa konflik ini telah menewaskan 3.371 orang dan melukai 10.129 lainnya. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang terus berlangsung.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar