JAKARTA - "Anak nakal", "enggak bisa diem", "susah diatur". Itulah sederet label yang kerap disematkan pada anak-anak dengan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Stigma itu muncul begitu saja, terutama karena gejala hiperaktif dan sulit fokus yang mereka tunjukkan. Akibatnya, tanpa pemahaman yang cukup, banyak yang langsung memberi cap buruk.
Namun begitu, di balik anggapan negatif itu, tak sedikit anak ADHD yang justru punya kelebihan akademik mencolok. Ambil contoh Azzikra Benzema Ibnusina, atau yang akrab disapa Jema. Bocah 10 tahun ini adalah salah satunya.
Curiga ada yang berbeda, orangtuanya, Debby Rosaliana Febriani, sudah mulai sejak Jema berusia setahun lebih. Saat itu, Jema menunjukkan tanda-tanda speech delay dan energinya seolah tak pernah habis. Sejak momen itulah, perjalanan panjang Debby dimulai. Ia bolak-balik membawa putra semata wayangnya itu ke dokter dan psikolog, mencari penanganan yang tepat. Tak hanya terapi, Debby juga berjuang agar Jema mendapat pendidikan inklusif yang terbaik.
Perjuangan itu ternyata tidak sia-sia. Di tengah rasa sedih karena diagnosis, muncul kejutan-kejutan membanggakan. Kemampuan Jema yang tak terduga mulai bermunculan.
Fasih Berbahasa Inggris, Kok Bisa?
Kemampuan pertama yang bikin heran adalah soal bahasa Inggris. Debby sama sekali tidak menyangka.
"Waktu itu dia lagi terapi, pintunya harus ditutup dan saya enggak boleh masuk," cerita Debby saat ditemui di rumahnya di Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026).
Jema yang tidak mau dipisah justru menggedor-gedor pintu sambil berteriak. Tapi yang mengejutkan, teriakannya dalam bahasa Inggris: "Open the door! Mommy, help me! Daddy help me!"
Bahkan saat dimakaiin sepatu, ia protes dengan bilang "no shoes".
Guru yang mendampinginya saat itu pun kebingungan. Akhirnya, diputuskanlah untuk menggunakan full bahasa Inggris dalam sesi belajar Jema. Yang membuat heran, Debby mengaku tak pernah sekalipun mengajarinya. "Kayak pemberian dari Tuhan aja," ujarnya. Kini, dalam kesehariannya, Jema lebih fasih berbahasa Inggris daripada bahasa Indonesia.
Sudah Bisa Baca Sejak Usia Dini
Kejutan lain datang saat Jema mulai masuk TK. Ternyata, tanpa disadari, ia sudah bisa membaca.
"Pas dia sudah umur sekolah, kami baru ngeh, lho kok ternyata dia sudah bisa baca," kata Debby.
Kemampuan membacanya sudah muncul sejak usia empat tahun. Jadi, di balik tantangan yang ia hadapi, Jema menyimpan potensi yang kerap luput dari pandangan orang awam. Kisahnya ini sedikit banyak membalikkan stigma bahwa anak ADHD hanya tentang kenakalan dan kesulitan belaka.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung, Lembaga Minta Maaf ke Publik
Gubernur DKI Peringatkan Ancaman Pangan dan ISPA Menyusul Fenomena El Nino
Bupati Malang Lantik Putra Kandung Pimpin DLH, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Trump Ancam Pecat Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu