Fakultas Hukum UI Usut Grup Chat Mahasiswa Diduga Berisi Pelecehan Seksual

- Selasa, 14 April 2026 | 07:10 WIB
Fakultas Hukum UI Usut Grup Chat Mahasiswa Diduga Berisi Pelecehan Seksual

Heboh di media sosial, sebuah grup chat mahasiswa Fakultas Hukum UI jadi sorotan. Isinya? Percakapan berbau pelecehan seksual yang menyasar beberapa mahasiswi. Suasana pun langsung panas. Kabar terbaru, kasus ini sudah ditangani dan sedang diusut tuntas.

Semuanya berawal dari sebuah tangkapan layar yang tiba-tiba menyebar. Dalam gambar itu, terlihat percakapan mesum di grup chat yang diduga diisi mahasiswa FHUI. Mereka tak segan menyebut-nyebut dan menyinggung rekan perempuan mereka dengan bahasa yang tak pantas. Beredarnya screenshot itu memicu kemarahan luas di berbagai platform.

Menanggapi gelombang protes, Fakultas Hukum UI lewat akun Instagram resminya langsung bergerak. Pihak fakultas mengaku telah menerima laporan dan tak tinggal diam.

“Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik,”

Begitu bunyi pernyataan tegas mereka. Sinyal bahwa hal ini tak akan dibiarkan begitu saja.

Di sisi lain, Rektor UI, Heri Hermansyah, akhirnya buka suara. Ia mengaku baru mendapat informasi soal ini tadi malam dan langsung mengecek ke pihak fakultas.

“Saya udah tanya ke dekannya lagi menunggu respons. Tetapi saya juga perhatikan di berbagai media, dekan Fakultas Hukum sudah meresponsnya,” ujar Heri.

Ia menegaskan, pihak rektorat akan ikut memantau perkembangan penanganan kasus di tingkat fakultas. “Jadi nanti kita direktorat akan monitor bagaimana penanganan di fakultas. Sama-sama kita monitor ya, kita lawan pelecehan seksual,”

Tambahan Heri ini sekaligus menegaskan komitmen kampus terhadap pemberantasan pelecehan seksual. Sekarang, semua mata tertuju pada proses investigasi yang sedang berjalan. Masyarakat kampus dan netizen sama-sama menunggu keadilan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar