Lebih dari empat ribu Warga Negara Indonesia di Kamboja ternyata ingin pulang ke rumah. Fakta ini diungkap oleh Kementerian Luar Negeri, yang mendeteksi lonjakan permintaan bantuan kepulangan dalam beberapa pekan terakhir.
Heni Hamidah, Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu, menyebut angka pastinya: 4.882 orang. Data itu terkumpul sejak pertengahan Januari hingga 25 Februari 2026.
“Dari jumlah itu, asesmen awal terhadap 4.680 WNI sudah kami lakukan,” ujar Heni di Jakarta, Jumat lalu.
Menurutnya, hasilnya cukup mengejutkan. “Tidak ditemukan WNI yang terindikasi sebagai korban TPPO. Sebagian besar justru mengaku bekerja profesional di sektor… online scam.”
Di sisi lain, ternyata sudah banyak yang memilih jalan pulang sendiri. Hingga tanggal 25 Februari, tercatat 926 WNI kembali ke Indonesia secara mandiri. Bahkan, angka itu terus bertambah.
“Tadi malam ada tambahan 111 orang. Jadi sudah sekitar seribu lebih yang pulang sendiri,” katanya lagi.
Namun begitu, situasi di lapangan masih memerlukan perhatian. Sekitar 900 WNI lainnya masih menunggu di fasilitas penampungan sementara. KBRI Phnom Penh bersama otoritas setempat berusaha mengoordinasi layanan untuk mereka.
Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengakui tekanan yang dihadapi. Fasilitas yang ada mulai kewalahan.
“Jumlah yang melapor ke KBRI masih lebih besar ketimbang yang berangkat pulang. Kalau begini terus, penampungan sementara bisa overcapacity,” jelas Santo.
Meski dengan segala keterbatasan, upaya tetap difokuskan pada kesejahteraan WNI yang tertahan.
“Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama menunggu proses kepulangan,” tegas Dubes Santo.
Artikel Terkait
Ronaldo Puji Atmosfer SUGBK Usai Barcelona Legends Bantai Timnya 3-0
Manchester United Hentikan Laju Chelsea, Posisi Rosenior Mulai Terancam
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Vietnam dalam Laga Hidup-Mati di Piala AFF
Bentrokan Warga di Petamburan Picu Pembakaran Dua Gerobak Dagangan