Ia menegaskan, "Pertumbuhan ekonomi global harus kuat, adil, dan inklusif. Dengan pembiayaan internasional yang mudah diakses dan dapat diprediksi, khususnya bagi negara-negara berkembang."
Di sisi lain, Indonesia tak hanya fokus pada QRIS. Isu lain yang diusung adalah ekonomi kecerdasan buatan atau AI. Indonesia mendorong dimulainya dialog G20 tentang hal ini, dengan harapan teknologi finansial bisa berkembang secara bertanggung jawab dan tetap mendukung pemerataan.
Forum yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini juga membahas agenda-agenda global lainnya. Mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pengurangan risiko bencana. Indonesia menekankan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai inti dari tata kelola global.
Selama KTT berlangsung, Gibran juga dikabarkan aktif melakukan pertemuan bilateral. Ia bertemu dengan sejumlah pemimpin negara dan organisasi internasional, seperti perwakilan dari Ethiopia, Vietnam, Angola, WTO, dan UNCTAD.
Jadi, melalui QRIS dan berbagai diplomasi ekonomi lainnya, Indonesia menunjukkan perannya yang tak lagi sekadar pengikut, tapi pemain aktif yang berkontribusi pada solusi global.
Artikel Terkait
156 Karyawan KEK Industropolis Batang Diberangkatkan ke China untuk Pelatihan Teknis
Waktu Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Seragam, Jadwal Isya Berbeda
Menteri Perdagangan: Koperasi Desa Bukan Ancaman, Tapi Mitra Ritel Modern
Kemendag Targetkan Indonesia Jadi The Ultimate Hub for Global Sourcing Lewat TEI 2026