Siang itu, sekitar pukul 11.30, rombongan dari DPP Partai NasDem tiba di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Agenda mereka adalah Safari Ramadan, dengan salah satu tujuan utama: menziarahi makam dua tokoh besar Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Kedatangan mereka langsung disambut oleh Pengasuh Ponpes, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, di Ndalem Kasepuhan. Percakapan singkat pun terjalin sebelum rombongan dipimpin menuju area pemakaman para masyayikh.
Di sana, suasana hening seketika menyergap. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, yang memimpin kunjungan ini, duduk bersila di depan pusara Mbah Hasyim. Ia tampak khusyuk, mengikuti alunan tahlil yang dibacakan. Ritual dilanjutkan dengan tabur bunga, sebuah penghormatan yang juga diberikan di makam Gus Dur yang tak jauh dari situ.
Usai berziarah, Saan menyampaikan perasaannya kepada awak media.
"Ini sebuah kehormatan bagi kami Partai NasDem sudah bisa bersilaturahmi ke Ponpes Tebuireng. Silaturahmi ini jadi sangat penting karena di bulan Ramadan. Kedua, kita ziarah ke makam Mbah Hasyim dan Gus Dur," ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Bagi Saan, kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ia melihatnya sebagai bentuk penghormatan nyata atas jasa kedua pahlawan nasional itu. Pemikiran dan perjuangan mereka, menurutnya, masih sangat relevan hingga sekarang.
"Mbah Hasyim ini bukan hanya tokoh dalam pergerakan, melainkan juga tokoh bangsa yang dalam pemikirannya yang luar biasa justru mewarnai dan menggerakan komponen bangsa dalam konteks kemerdekaan. Bentuk penghormatannya kita ziarah ke Mbah Hasyim," ungkapnya.
Tak lupa, ia juga menyinggung warisan pemikiran Gus Dur. Pluralisme yang diusung mantan presiden keempat RI itu disebutnya sebagai teladan untuk merawat keutuhan bangsa di tengah segala perbedaan.
"Pemikiran Gus Dur yang pluralisme ini sangat luar biasa. Ini menjadi penting dalam kehidupan dan dinamika kita dalam berbangsa dan bernegara. Bagaimana Gus Dur bisa mempertemukan berbagai kekuatan yang ada ketika ada gesekan," kata Saan.
Di sisi lain, Gus Kikin menyambut baik langkah silaturahmi ini. Baginya, keakraban semacam ini adalah pondasi yang kokoh untuk kehidupan berbangsa.
"Terima kasih atas kehadirannya bersilaturahmi dan ziarah makam. Suasana seperti ini sangat kita butuhkan untuk keakraban sama-sama kita berbangsa dan bernegara. Ini memang harus kita tonjolkan," tandas Gus Kikin.
Jadi, lewat safari Ramadan ini, Partai NasDem tak cuma menjalankan agenda religius. Mereka juga menyelipkan pesan politik yang halus: tentang penghormatan pada sejarah, dan pentingnya merajut tali persaudaraan di tanah air.
Artikel Terkait
Relawan Indonesia Herman Budianto Ungkap Penyiksaan Brutal Tentara Israel saat Bajak Kapal Bantuan Gaza
Presiden Prabowo Tiba di Istana Elysee Paris, Disambut Menteri Pertahanan Prancis
Politisi Golkar Nilai Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan, Petugas Lebih Disiplin
Macron Puji Ketegasan Prabowo Perjuangkan Perdamaian dan Kedaulatan Palestina