Jokowi Buka-bukaan Soal Strategi Infrastruktur di Forum Singapura

- Sabtu, 22 November 2025 | 03:50 WIB
Jokowi Buka-bukaan Soal Strategi Infrastruktur di Forum Singapura
Pidato Jokowi di Singapura

SINGAPURA – Dalam forum bergengsi di Singapura, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, dengan gamblang membeberkan alasan di balik gebrakan infrastruktur masif selama sepuluh tahun pemerintahannya. Acara Bloomberg New Economy Forum 2025 itu digelar Jumat (21/11/2025) lalu, dan menjadi panggung bagi Presiden ke-7 Indonesia itu untuk menjelaskan strategi ekonominya.

Lewat kanal YouTube resmi forum tersebut, Jokowi tampil percaya diri menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris. Intinya jelas: infrastruktur bukanlah pilihan, melainkan fondasi mutlak. Tanpanya, mustahil mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang sehat, apalagi masuk ke dalam ekosistem digital yang lebih canggih.

"Itulah sebabnya kita fokus pada hal mendasar, seperti membangun jalan, pelabuhan laut, bandara, pembangkit listrik, dan jaringan digital," ujarnya.

Menurut Jokowi, langkah ini punya alasan strategis yang kuat. Indonesia harus menyiapkan infrastruktur dan regulasi terlebih dahulu. Bayangkan saja, tanpa konektivitas yang memadai, roda ekonomi bakal tersendat. Transformasi digital pun hanya akan jadi wacana.

Di sisi lain, dia juga menyinggung soal pentingnya regulasi yang tepat. Dengan aturan yang mendukung, ekosistem yang terbangun bisa tumbuh lebih cepat dan kuat. Pada akhirnya, inovasi, teknologi, dan semangat kewirausahaan bisa saling mengisi dan mendorong kemajuan.

Tak lupa, Jokowi menyelipkan kebanggaan terhadap capaian sistem pembayaran QRIS. Sekarang, sistem itu bisa dipakai oleh siapa saja, dari perusahaan raksasa sampai pedagang kecil di warung. Ini bukan sekadar teknologi, tapi bukti nyata bahwa ekosistem digital Indonesia sudah mulai berkembang. Dan itu semua berawal dari fondasi yang kokoh.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar