Skutik Tetap Berjaya, Pasar Motor 2025 Tumbuh Tipis di Tengah Tekanan Daya Beli

- Jumat, 09 Januari 2026 | 19:18 WIB
Skutik Tetap Berjaya, Pasar Motor 2025 Tumbuh Tipis di Tengah Tekanan Daya Beli

Sepanjang tahun 2025 lalu, pasar sepeda motor dalam negeri ternyata cukup solid. Data terbaru dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan, total penjualan domestik mencapai 6.412.769 unit. Angka itu mungkin tak terlihat spektakuler, tapi masih tumbuh 1,3% dibanding tahun sebelumnya. Yang menarik, hasil ini ternyata masih masuk dalam rentang proyeksi awal mereka.

Menurut Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, kondisi pasar bisa dibilang stabil. Padahal, tekanan daya beli sempat jadi tantangan serius sepanjang tahun.

"Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan, baik untuk kegiatan ekonomi produktif maupun untuk kebutuhan leisure dan gaya hidup masyarakat," jelas Sigit.

Ia menambahkan, proyeksi awal tahun lalu memang berada di kisaran 6,4 hingga 6,7 juta unit. Jadi, realisasinya masih sejalan. Hanya saja, pertumbuhannya memang tipis, tidak melesat.

Kalau dilihat dari jenisnya, siapa lagi kalau bukan skutik yang masih jadi raja. Kontribusinya dominan banget, mencapai 91,7% dari total penjualan. Posisi berikutnya diisi motor underbone (4,46%) dan motor sport (3,51%). Sementara itu, kehadiran motor listrik masih sangat kecil, di bawah 1%.

Nah, faktor kredit juga punya peran besar. Sekitar 65% pembelian motor ternyata dilakukan secara kredit. Artinya, lembaga pembiayaan jadi salah satu pilar penting yang menopang permintaan.

"Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli, terutama di masyarakat ekonomi menengah. Mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif. Hal ini yang membuat pasar tetap tumbuh meski tidak signifikan," papar Sigit lagi.

Di sisi lain, ada pergeseran menarik secara geografis. Permintaan dari luar Pulau Jawa berhasil menyeimbangi penurunan yang terjadi di Jawa. Kenapa? Hasil komoditas di daerah relatif positif. Sementara di Jawa, sektor industri agak lesu, yang berimbas pada daya beli dan bahkan PHK di beberapa tempat.

Tak cuma pasar dalam negeri, ekspor juga memberi angin segar. Sepanjang 2025, anggota AISI berhasil mengirim 544.133 unit motor dalam bentuk utuh (CBU) ke luar negeri. Ekspor dalam bentuk set CKD bahkan jauh lebih besar, mencapai 8,1 juta lebih set. Belum lagi komponen, yang jumlah ekspornya menyentuh angka 138 juta unit. Jadi, secara keseluruhan, industri roda dua ini masih bergerak, meski langkahnya tak terlalu cepat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar