Kedua penyamun itu kemudian merebut bambu kuning yang dibawa Ni Ageng Pandanarang.
Baca Juga: Cerita Rakyat Betawi, Kisah Tragis Si Manis Jembatan Ancol
Bambu itu lalu di belah.
Temyata di dalamnya memang berisi emas, pennata, dan uang dinar.
"Kita kaya!" teriak penyamun berperut buncit.
Baca Juga: Cerita Rakyat Sulawesi Tengah, Legenda Danau Poso, Putri Kayangan Bambu dan Manurung Pemuda Sakti
"Ya," jawab temannya yang berwajah garang, "Ini baru di dalam bambu. Bungkusan yang dibawa perempuan itu pasti berisi permata dan uang dinar yang lebih banyak. Mari kita rebut saja bungkusan itu."
Nyi Ageng Kaliwungu berteriak minta tolong kepada suaminya, "Kyai tolong, tolong ... Ki!"
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perketat Kejar Arsenal di Puncak Klasemen
Korea Utara Uji Coba Senjata Elektromagnetik dan Bom Serat Karbon dalam Ketegangan dengan Seoul
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun