“Ampun, Yang Mulia. Hamba yang hadir di sini semua setuju dengan pilihan Paduka.”
“Baiklah. Selain pendamping pada acara pernikahan, saya juga ingin menyenangkan calon menantu saya”.
”Saya anggap Ujang itu luar biasa.Orang-orang seperti dia itu tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Dia atau mereka itu adalah yatim piatu. Wajib bagi kita ikut bertanggung jawab terhadap masa depan mereka.”
“Baik, Yang Mulia. Hamba setuju dengan pendapat Paduka.”
Baca Juga: Cerita Rakyat Jawa Timur, Jaka Prabangkara, Pelukis Muda Berbudi yang Disingkirkan Raja Majapahit
“Bagaimana kalau dalam pesta pernikahan nanti, selain hiburan, kita berikan santunan kepada anak yatim piatu di negeri ini?”
“Hamba setuju, Yang Mulia.”
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina