Trump Klaim Serangan Nuklir Ubah Posisi Iran di Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan dampak serangan militer terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang terjadi pada 22 Juni. Menurut pernyataannya, aksi militer tersebut telah mengubah peta kekuatan di kawasan Timur Tengah secara signifikan.
Iran dalam Posisi Defensif Pasca Serangan
Trump menyatakan bahwa langkah agresif AS telah membuat Teheran kini berada dalam posisi defensif. Dalam wawancara di pesawat kepresidenan Air Force One, pemimpin AS itu mengklaim Iran bahkan menunjukkan keinginan untuk kembali bernegosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan Trump meskipun awalnya ditanya mengenai rencana penjualan jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi. Presiden AS tersebut justru mengalihkan pembicaraan dan kembali menekankan isu Iran sebagai bagian penting dari narasi kebijakan luar negerinya.
Klaim Keberhasilan Militer AS
"Kita membuat jet terbaik, kita membuat rudal terbaik, Anda lihat bahwa kita telah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran," tegas Trump dalam pernyataannya.
Trump juga mengenang kembali serangan Juni lalu yang dia sebut sebagai aksi berani yang gagal dilakukan oleh presiden-presiden AS sebelumnya. "Selama 22 tahun mereka ingin melakukannya, tidak ada presiden yang berani melakukannya. Kami yang melakukannya, dan Iran sekarang berada di posisi yang berbeda," klaimnya.
Artikel Terkait
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%
Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke Fasilitas Militer Israel, Korban Jiwa Berjatuhan
BTN Targetkan Pertumbuhan Wealth Management 15% Per Tahun hingga 2026
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak dan Ancaman Lonjakan Harga