"Bisa jadi seolah-olah dibuat mereka berpisah. Padahal itu adalah sebuah strategi untuk memperkuat ide Jokowi sebelumnya, Prabowo-Gibran 2 periode," tegas Hensa.
Konfirmasi Perubahan Logo dari Ketua Umum PROJO
Sebelumnya, Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi memang telah mengonfirmasi rencana transformasi organisasi, termasuk mengganti logo yang selama ini menampilkan wajah Jokowi. "Logo PROJO akan kami ubah, supaya tidak terkesan mengkultuskan individu," ujar Budi Arie usai pembukaan Kongres III PROJO di Jakarta Selatan.
Meski mengubah logo, organisasi sukarelawan ini kemungkinan akan tetap mempertahankan nama PROJO tanpa perubahan signifikan.
Peringatan untuk Publik dan Pengamat Politik
Hendri Satrio mengingatkan semua pihak untuk tidak mudah terjebak pada permukaan peristiwa. Dengan adanya tokoh seperti Menkeu Purbaya dan lainnya yang berpotensi menyaingi Gibran, Hensa menegaskan bahwa Jokowi adalah ahli dalam politik.
"Jadi, kalau hal-hal seperti ini dianggap wah ini mereka berseberangan. Pikir lagi," pungkas Hensa menutup analisis politiknya yang menggebrak ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir