Klaim BGN Brebes: Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Lancar dan Kondusif
Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya berjalan dengan baik dan kondusif. Klaim ini disampaikan untuk meluruskan berbagai pemberitaan yang beredar sebelumnya.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugraha, menyatakan bahwa secara operasional, program MBG di Brebes tidak pernah mengalami kendala berarti. Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mendukung dan bersinergi sehingga situasinya aman dan terkendali.
Lebih lanjut, Arya menekankan bahwa tidak pernah terjadi pemindahan atau mutasi bagi para penerima manfaat program ini. Seluruh data penerima telah tercatat dengan rapi dalam aplikasi khusus yang mengatur mekanisme penyediaan dan penyaluran, sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan atau tumpang tindih data.
Mekanisme Penentuan dan Penyaluran Penerima Manfaat MBG
Arya menjelaskan bahwa wewenang untuk menetapkan penerima manfaat sepenuhnya berada di tangan BGN dan Kepala Sentra Pangan dan Gizi (SPPG). Setelah penetapan, Kepala SPPG akan berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah untuk memastikan penyaluran MBG dapat dilakukan dengan lancar.
Koordinasi yang erat antar SPPG juga dijalin untuk mencegah terjadinya tumpang tindih dalam pelayanan, terutama ketika ada SPPG baru yang akan mulai beroperasi.
Revisi Petunjuk Teknis dan Aturan Jarak Penyaluran
Dalam perkembangannya, petunjuk teknis untuk penyediaan dan penyaluran MBG di Brebes telah mengalami revisi untuk ketiga kalinya. Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah penentuan wilayah penyaluran berdasarkan kedekatan lokasi.
Berdasarkan aturan terbaru ini, sekolah-sekolah harus dilayani oleh SPPG terdekat yang jaraknya maksimal 6 kilometer atau dapat dijangkau dalam waktu kurang dari 10 menit.
Progres Mitra SPPG dan Target Penerima Manfaat
Hingga saat ini, BGN Brebes mencatat sebanyak 102 SPPG telah menandatangani perjanjian kerja sama. Namun, dari jumlah tersebut, yang sudah aktif beroperasi baru 65 SPPG.
Keterlambatan operasional ini disebabkan oleh regulasi terbaru yang mewajibkan setiap SPPG baru harus memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setempat sebelum boleh menjalankan operasionalnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penerima manfaat MBG di Brebes telah mencapai sekitar 190 ribu orang. Ke depan, BGN Brebes menargetkan angka penerima manfaat dapat ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai 500 hingga 600 ribu orang.
Artikel Terkait
Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Makassar
Jadwal Buka Puasa di Bandung Hari Ini Pukul 18.19 WIB
Pegadaian Raih Dua Penghargaan Bergengsi untuk Transformasi dan Inklusi Keuangan
Kolaborasi dengan PT Semen Tonasa Dongkrak Pembangunan Jalan di Bulu Cindea