Jose Mourinho. Namanya saja sudah mengundang kontroversi, sekaligus kekaguman. Pelatih asal Portugal itu tak diragukan lagi termasuk dalam jajaran pelatih terhebat yang pernah ada. Prestasinya berbicara: treble winner bersama Inter Milan, gelar Liga Champions dengan FC Porto yang mengejutkan banyak pihak, dan tiga gelar juara Liga Inggris yang ia persembahkan untuk Chelsea.
Nah, hubungannya dengan Indonesia? Itu bermula dari sebuah kunjungan pada 2013. Kala itu, Mourinho membawa Chelsea yang sedang menjalani tur pramusim ke Jakarta. Lawan mereka adalah Indonesia All Stars, sebuah tim yang diisi banyak wajah pemain nasional kita seperti Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, hingga Raphael Maitimo.
Pertandingannya sendiri berjalan dengan hasil yang sangat tidak seimbang. Chelsea menang telak, 8-1. Eden Hazard, Ramires, Lukaku, dan kawan-kawan dengan leluasa membobol gawang yang dijaga. Satu-satunya pelipur lara untuk Indonesia adalah gol Greg Nwokolo.
Usai laga, seperti biasa, Mourinho memberikan komentarnya. Dan komentarnya itu yang sampai sekarang masih sering dikenang, karena terasa begitu menyayat.
“Andai pemain Indonesia tak memiliki potensi yang spesial, bermainlah dengan penuh semangat dan kebanggaan,” ujarnya kala itu.
Intinya jelas. Bagi sang pelatih, kualitas teknis boleh saja tertinggal, tapi semangat dan kebanggaan bermain untuk negara tidak boleh absen. Sayangnya, menurut pengamatannya di lapangan, justru elemen dasar itulah yang ia rasa kurang.
Namun begitu, sindiran pedas itu seolah menjadi cambuk. Perlahan tapi pasti, sepak bola Indonesia menunjukkan perubahan. Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, pernah mengakui bahwa ada peningkatan disiplin dan mental pemain lokal.
Perubahan itu makin terasa dengan masuknya darah baru: pemain-pemain keturunan. Kombinasi antara bakat diaspora dan pembinaan dalam negeri mulai membuahkan hasil. Prestasi pun mulai datang. Untuk pertama kalinya, Garuda berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Asia pada 2023. Sebuah pencapaian historis.
Bahkan, di Kualifikasi Piala Dunia 2026, mimpi itu terasa begitu dekat. Timnas Indonesia hampir saja melangkah ke putaran final. Nasib kini tergantung pada dua laga krusial melawan Arab Saudi dan Irak di Oktober 2025 nanti. Menang di kedua laga itu, dan sejarah baru akan tercipta.
Jadi, dari kekalahan telak dan sindiran seorang Mourinho, kini muncul secercah harapan. Sepak bola Indonesia memang belum sampai di puncak, tapi setidaknya, ia sudah mulai mendaki dengan langkah yang lebih mantap.
Artikel Terkait
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB
LPSK Turun Tangan Tangani Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 13 Permohonan Perlindungan Masuk
Roy Suryo Pamerkan Amplop Berisi Uang Pemberian Rismon Sianipar di Acara TV
Topi Merah Terima Somasi Kedua dari Ahli Forensik Rismon soal Klaim Kejanggalan Ijazah Jokowi