Mahfud MD Didorong Pimpin Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh KCJB

- Minggu, 02 November 2025 | 10:00 WIB
Mahfud MD Didorong Pimpin Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh KCJB
Dorongan untuk Mahfud MD Pimpin Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh KCJB

Mahfud MD Didorong Pimpin Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan desakan untuk segera membentuk sebuah tim independen. Tim ini diusulkan untuk dipimpin oleh mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, dengan tujuan utama menginvestigasi dugaan kerugian keuangan negara dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang dibangun pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

KPK Dinilai Lamban dalam Penyidikan Kasus Whoosh

Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memulai penyelidikan proyek Whoosh sejak awal tahun 2025. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan atau pengumuman progres yang signifikan dari KPK mengenai penyelidikan tersebut.

Muslim menilai kinerja KPK dalam mengusut kasus ini cenderung lamban dan tidak optimal. Padahal, publik telah mendesak agar KPK menetapkan tersangka dari pihak yang dianggap bertanggung jawab, termasuk Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Kebutuhan Tim Independen untuk Investigasi yang Transparan

Muslim Arbi melihat adanya kemungkinan bahwa pimpinan KPK merasa terikat utang budi, sehingga menimbulkan ketakutan untuk mengusut kasus Whoosh secara transparan dan profesional. Oleh karena itu, pembentukan tim independen dinilai sangat mendesak.

Dugaan mark up atau penggelembungan biaya dalam proyek ini disebut sangat jelas. Muslim membandingkan biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang hampir mencapai Rp120 triliun untuk jarak 142 Km, dengan proyek serupa di Arab Saudi yang membangun kereta cepat sejauh 1.500 Km dengan biaya sekitar Rp112 triliun.

Besaran Kerugian Negara dan Desakan Tindakan Segera

Berdasarkan analisis Prof Anthony Budiawan, seperti yang dikutip Muslim, kerugian negara dari proyek Whoosh ini diperkirakan dapat mencapai Rp73,5 triliun. Dengan perbandingan yang sederhana sekalipun, publik dapat melihat adanya indikasi mark up yang signifikan.

Muslim Arbi mendesak Presiden Prabowo untuk segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang memberikan mandat kepada Mahfud MD dan tim untuk segera bekerja menyelidiki kasus ini secara tuntas.

Ia juga menambahkan bahwa wacana pengembangan Whoosh rute Jakarta-Surabaya sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Fokus saat ini harus pada penyelesaian masalah proyek Whoosh yang sudah berjalan sebelum menciptakan masalah baru.

Desakan ini menunggu gebrakan konkret dari Presiden Prabowo dan Mahfud MD untuk menyelamatkan keuangan negara dari potensi kerugian yang lebih besar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar