Mahfud MD Didorong Pimpin Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh
Presiden Prabowo Subianto mendapatkan desakan untuk segera membentuk sebuah tim independen. Tim ini diusulkan untuk dipimpin oleh mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, dengan tujuan utama menginvestigasi dugaan kerugian keuangan negara dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang dibangun pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
KPK Dinilai Lamban dalam Penyidikan Kasus Whoosh
Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memulai penyelidikan proyek Whoosh sejak awal tahun 2025. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan atau pengumuman progres yang signifikan dari KPK mengenai penyelidikan tersebut.
Muslim menilai kinerja KPK dalam mengusut kasus ini cenderung lamban dan tidak optimal. Padahal, publik telah mendesak agar KPK menetapkan tersangka dari pihak yang dianggap bertanggung jawab, termasuk Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan.
Kebutuhan Tim Independen untuk Investigasi yang Transparan
Muslim Arbi melihat adanya kemungkinan bahwa pimpinan KPK merasa terikat utang budi, sehingga menimbulkan ketakutan untuk mengusut kasus Whoosh secara transparan dan profesional. Oleh karena itu, pembentukan tim independen dinilai sangat mendesak.
Dugaan mark up atau penggelembungan biaya dalam proyek ini disebut sangat jelas. Muslim membandingkan biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang hampir mencapai Rp120 triliun untuk jarak 142 Km, dengan proyek serupa di Arab Saudi yang membangun kereta cepat sejauh 1.500 Km dengan biaya sekitar Rp112 triliun.
Besaran Kerugian Negara dan Desakan Tindakan Segera
Berdasarkan analisis Prof Anthony Budiawan, seperti yang dikutip Muslim, kerugian negara dari proyek Whoosh ini diperkirakan dapat mencapai Rp73,5 triliun. Dengan perbandingan yang sederhana sekalipun, publik dapat melihat adanya indikasi mark up yang signifikan.
Muslim Arbi mendesak Presiden Prabowo untuk segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang memberikan mandat kepada Mahfud MD dan tim untuk segera bekerja menyelidiki kasus ini secara tuntas.
Ia juga menambahkan bahwa wacana pengembangan Whoosh rute Jakarta-Surabaya sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Fokus saat ini harus pada penyelesaian masalah proyek Whoosh yang sudah berjalan sebelum menciptakan masalah baru.
Desakan ini menunggu gebrakan konkret dari Presiden Prabowo dan Mahfud MD untuk menyelamatkan keuangan negara dari potensi kerugian yang lebih besar.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT