Rumah Prabowo Subianto di Kertanegara tampak tak biasa Jumat malam lalu. Lampu-lampu menyala terang, lalu lintas kendaraan yang masuk dan keluar dijaga ketat. Suasana itu mengundang tanda tanya: siapa gerangan tamu-tamu penting yang datang begitu malam?
Pertanyaan itu mulai terjawab keesokan harinya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, akhirnya membuka sedikit tabir. Di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu siang, dia menyebut beberapa nama yang hadir dalam pertemuan tertutup itu.
“Enggak ada yang oposisi,” tegas Prasetyo, menepis sebutan yang sebelumnya dipakai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. “Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan.”
Dia menyebut dua nama. Pertama, peneliti politik BRIN Profesor Siti Zuhro. “Ada diskusi mengenai masalah kepemiluan,” ujarnya.
Nama kedua yang disebut cukup singkat: Pak Susno. “Berdiskusi masalah penegakan hukum,” tambah politikus Gerindra itu.
Tapi, siapa Susno yang dimaksud? Prasetyo tak mau menjabarkan lebih lanjut. Nama Susno Duadji, mantan Kapolda yang kerap vokal mengkritik pemerintah, langsung mencuat. Konfirmasi pun masih dicari.
Selain kedua tokoh itu, Prasetyo bilang masih ada beberapa nama lain. “Macam-macam di situ ada beberapa banyak,” katanya ringkas. Namun dia menegaskan, tak ada satupun perwakilan partai politik yang hadir malam itu. “Enggak ada,” tuturnya.
Ini agak berbeda dengan pernyataan Sjafrie sehari sebelumnya. Di acara retret PWI di Bogor, Menhan dengan terang menyebut pertemuan itu melibatkan “tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi”.
“Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh-tokoh nasional itu membahas ihwal bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh semua pihak,” kata Sjafrie seperti dilansir Antara.
Tapi anehnya, Sjafrie mengaku lupa nama-nama yang hadir. Lokasi pastinya pun dia tutup-tutupi. “Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu,” ujarnya singkat. Pernyataan yang justru bikin penasaran.
Kembali ke Jumat malam. Dari pantauan di lapangan, suasana di sekitar Kertanegara 4 memang sangat berjaga. Sekitar 150 meter dari rumah, sebuah pos penjagaan didirikan dengan pembatas jalan oranye menghalangi masuk. Petugas keamanan berjaga rapat.
Antara pukul 20.30 hingga larut, rombongan mobil yang diiringi patroli dan pengawalan masih terlihat hilir mudik. Tamu-tamu yang masuk sejak sore tampaknya belum juga keluar hingga lewat pukul 22.00 WIB.
Pertemuan malam itu, terlepas dari label oposisi atau bukan, jelas punya nuansa politis. Prabowo membuka pintu rumahnya rumah peninggalan orang tuanya untuk dialog. Dengan siapa saja tepatnya? Itu masih jadi bahan tebak-tebakan. Yang pasti, percakapan tentang pilu dan penegakan hukum sempat mengudara di antara dinginnya malam Jakarta.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir