Oklahoma City – Kalau ada yang masih meragukan ambisi Oklahoma City Thunder musim ini, mungkin pertandingan tadi malam bisa jadi jawaban yang paling meyakinkan. Mereka tak cuma menang. Mereka menghancurkan Los Angeles Lakers dengan skor telak, 139-96, di hadapan publik sendiri di Paycom Center. Sebuah pernyataan keras.
Lakers? Mereka tampak tersesat sejak bola pertama diangkat. Butuh waktu lima menit yang terasa sangat lama hanya untuk sekadar mencatatkan tembakan lapangan pertama. Ritme serangan mereka kacau balau.
Di sisi lain, Thunder langsung menancapkan taring. Lu Dort, dengan energi yang meledak-ledak, menjadi penyiksa utama di kuarter pertama. Dia mencetak 14 poin, mendorong tuan rumah menciptakan keunggulan besar: 44-21. Lakers terkapar lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.
Lalu, ada Shai Gilgeous-Alexander. Bintang yang satu ini terus membangun narasi kuat untuk gelar MVP. Malam ini, dia mengumpulkan 28 poin dengan permainan yang terlihat begitu mudah dan terkendali. Yang lebih impresif, dia memenangi duel personal melawan Luka Doncic dari Lakers.
Doncic dibungkam rapat, hanya mampu menghasilkan 12 poin berkat pertahanan berlapis Thunder yang seperti tak memberi celah. Babak pertama berakhir dengan keadaan yang hampir tak masuk akal: 82-51 untuk keunggulan Oklahoma.
Memasuki kuarter ketiga, badai belum juga reda. Kali ini giliran Isaiah Joe yang jadi bintang. Pemain itu seperti menemukan zona nyamannya, melepaskan enam tembakan tiga angka. Tiga di antaranya ia lesatkan hanya dalam rentang 85 detik! Suasana di arena pun makin membara.
Statistiknya berbicara jelas. Akurasi tembakan Thunder mencapai 54% dari lapangan dan 45% dari garis tiga angka. Sangat efisien. Sementara Lakers, mereka tersendat dan hanya mencatat 23% untuk tembakan tiga angka. Jaraknya pernah melebar hingga 46 poin – sebuah dominasi yang mutlak.
139-96. Angka itu kini tercatat dalam sejarah Lakers sebagai kekalahan terburuk ketujuh sepanjang sejarah waralaba mereka. Sungguh catatan yang pahit untuk tim sebesar itu.
Memang, Austin Reaves berusaha melawan dengan 15 poin. LeBron James juga menyumbang 13 poin. Tapi usaha mereka terasa seperti menahan gelombang dengan ember. Tidak cukup. Serangan balik cepat Thunder terlalu deras untuk dibendung.
Dengan kemenangan ini, pijakan Thunder di puncak klasemen Wilayah Barat semakin kokoh. Mereka telah meraih 16 kemenangan dari 17 laga terakhir – sebuah momentum yang menakutkan. Sebaliknya, Lakers harus segera introspeksi. Perjalanan mereka belum selesai; Minggu depan mereka harus bertandang ke markas Dallas Mavericks. Tekanan jelas bertumpuk.
Malam ini, Oklahoma City bukan cuma menang. Mereka mengirimkan pesan kepada seluruh liga.
Ditulis oleh Feriansyah Farrelda Satria | Disunting oleh Redaksi
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Les Invalides, Lanjutkan Pertemuan Bilateral dengan Macron di Istana Elysee
Esensi Ibadah Kurban: Dari Ujian Keikhlasan Habil dan Qabil hingga Perintah Syariat bagi yang Mampu
Balita Tewas dengan Belasan Luka Tusuk di Bekasi, Paman Berstatus Terduga Pelaku
ASN di PPU Ditangkap Polisi Usai Cabuli Anak Tetangga yang Masih Berusia 10 Tahun