Suasana Wamena, Papua, pagi itu tampak seperti biasa. Tapi di tengah kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah percakapan singkat justru menyulut perdebatan panjang di jagat maya. Potongan video yang diunggah seorang warganet itu menangkap momen yang dinilai banyak orang sangat kontras.
Seorang pria warga lokal menyampaikan keluhan getirnya. Masalahnya klasik, tapi dampaknya luar biasa mencekik: harga BBM di wilayahnya melambung tak wajar.
Begitu ujarnya, dengan harapan tertumpu pada sang wakil presiden yang berdiri tak jauh darinya. Angka yang disebutkan Rp25.000 per liter bukan main. Itu hampir tiga kali lipat harga di Pulau Jawa.
Gibran, yang kala itu berpenampilan kasual dengan kemeja hijau dan tas selempang, mendengarkan. Ekspresinya? Tenang. Bahkan terbilang datar. Ia lalu bertanya singkat untuk memastikan.
Setelah warga mengiyakan bahwa harga selangit itu berlaku untuk semua jenis, termasuk solar, respons Gibran justru mengalihkan pembicaraan. Alih-alih membahas langkah konkret menekan harga, ia bicara soal proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan.
Nada bicaranya biasa saja. Santai. Dan justru kesantai inilah yang memicu gelombang komentar.
Artikel Terkait
Rustam Effendi Buka Suara: Eggi Sudjana Bisa Sewaktu-waktu Balik Badan
Gerakan Rakyat Usung Anies, NasDem Sindir: Pemilunya Masih Lama
Diplomasi Tingkat Tinggi di Solo: Ketika Maaf Tak Perlu Diucapkan dalam Rekonsiliasi Politik
Blunder Kubu Jokowi: Pencabutan Tersangka Eggi-Damai Dinilai Justru Melemahkan