Sirine meraung di Israel utara Minggu pagi, memecah keheningan dengan peringatan mendesak. Rudal-rudal dilaporkan meluncur dari Iran menuju wilayah negara itu. Warga pun bergegas mencari perlindungan, berhamburan menuju selter atau ruang aman terdekat.
Militer Israel dengan cepat merespons. Mereka mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk menghadapi ancaman yang datang dari arah timur itu. Menurut sejumlah laporan, beberapa rudal berhasil dicegat di udara.
Untungnya, kekacauan itu tak berlangsung lama. Peringatan serangan udara akhirnya dicabut. Otoritas pun mengizinkan warga untuk keluar dari tempat perlindungan mereka dan kembali ke aktivitas.
“Saat ini warga diizinkan untuk meninggalkan tempat-tempat yang terlindungi di semua wilayah negara,” begitu pernyataan resmi militer.
Hebohnya, insiden ini ternyata tak menyebabkan kerusakan berarti. Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan properti yang signifikan dari serangan pagi itu. Situasi berangsur tenang.
Namun begitu, serangan ini bukanlah yang pertama. Konflik antara Iran dan Israel sudah memanas sejak akhir Februari lalu. Awalnya dimulai dari serangan AS-Israel yang menargetkan Iran. Eskalasi berlanjut, dan dalam pertukaran serangan sebelumnya, setidaknya sepuluh nyawa melayang di pihak Israel.
Kini, meski situasi pagi ini relatif terkendali, ketegangan di kawasan itu jelas belum reda. Semua mata tertuju pada langit, menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
iCAR V23 Luncurkan Mobil Listrik dengan Sistem Kendali Cerdas Berbasis Chip Snapdragon
Massa Ojol Ricuh di Makassar, Patroli Polisi Rusak Usai Penganiayaan Driver
Bareskrim dan FBI Petakan Ekosistem Kejahatan Siber dari Penjualan Skrip Phishing
Kemenpar Soroti Kompetensi Penjamah Makanan untuk Keamanan dan Daya Saing Wisata Kuliner