Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan penyisiran manual dilakukan di jalur pendakian, semak, hingga lembah dan aliran sungai.
"Kami mengerahkan sekitar 200 relawan dan 160 personel inti, dibagi dalam enam unit pencarian," ujarnya, menyebut operasi di hari ketiga, Selasa (20/1).
Teknologi juga dimanfaatkan. Drone milik Diskominfo Karanganyar diterbangkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit. Bahkan, pelacakan via IMEI dan nomor ponsel Yazid juga dicoba. Polres Karanganyar tak mau ketinggalan. Mereka mengerahkan unit K9 alias anjing pelacak.
Kapolres Karanganyar, Arman Sahti, menyebut,
"Anjing pelacak kami fokuskan pada titik-titik yang diduga kuat sebagai lokasi terakhirnya. Harapannya, ini bisa mempercepat pencarian di hutan yang lebat ini."
Namun begitu, alam seolah tak bersahabat. Kendala terbesar justru datang dari cuaca. Hujan lebat dan kabut yang menyelimuti bukit membuat jarak pandang sangat terbatas. Pergerakan tim pun melambat dan penuh risiko. Hendro Prayitno mengakui, cuaca ekstrem ini jadi tantangan berat yang belum juga membuahkan hasil.
Radius Diperluas, Harapan Tetap Menyala
Evaluasi lapangan memaksa tim untuk memperlebar area pencarian. Koordinator SAR Operasi Basarnas, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan radius diperluas dari 400 meter menjadi 600 meter dari titik hilang. Mereka juga melirik area Bukit Mitis di sisi barat Mongkrang.
Perluasan ini masuk akal, mengingat kemungkinan korban berpindah jalur atau tersesat cukup besar. Sampai saat ini, pencarian belum berhenti. Semua pihak berharap cuaca segera membaik agar usaha mereka bisa lebih optimal. Nasib Yazid masih digantungkan di antara kabut tebal Bukit Mongkrang.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Geram, Tambang Ilegal di Subang Beroperasi di Bawah Police Line
Pawang Hujan Mbak Rara Diusir dari Ritual Labuhan Keraton Yogyakarta
Kisah Florencia Lolita Wibisono: Dedikasi di Langit dan Rencana Bahagia yang Terkandas
Brooklyn Beckham Buka Suara: Saya Membela Diri untuk Pertama Kalinya