Inilah rangkuman Dunia Hari Ini, edisi Kamis 12 Maret 2026. Kami awali laporan dari Australia, di mana cuaca ekstrem telah berujung pada tragedi.
Korban Jiwa Akibat Banjir di Queensland
Dua orang ditemukan tewas di dalam sebuah mobil yang terjebak banjir di Queensland. Menurut keterangan polisi, kendaraan itu tersapu arus deras di wilayah Kilkivan, Sunshine Coast. Kedua korban diduga adalah sepasang turis internasional pria 26 tahun dan perempuan 23 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Mereka berangkat dari Brisbane sehari sebelumnya, dengan tujuan North Burnett. Sayangnya, perjalanan mereka tak pernah sampai. Tim forensik akan turun tangan untuk penyelidikan lebih lanjut hari ini. Namun begitu, polisi sudah punya keyakinan kuat bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah kedua turis yang hilang tadi.
Kamboja Bertekad Tutup Pusat Penipuan Daring
Di sisi lain, Kamboja sedang gencar membersihkan sarang kejahatan siber. Chhay Sinarith, Menteri Senior yang mengepalai Komisi Pemberantasan Penipuan Daring, mengungkapkan target pemerintah: menutup semua pusat penipuan yang tersebar di negaranya.
Sejak Juli lalu, sekitar 250 lokasi telah masuk dalam radar. Dan kata Sinarith, hampir 80 persennya sudah ditutup. Rencananya, penindakan lanjutan akan digelar usai April nanti. Tujuannya jelas, agar pusat-pusat itu tak bangkit lagi.
Namun, upaya serupa sebelumnya dinilai belum memberikan dampak signifikan. Jacob Sims, seorang ahli kejahatan transnasional, memberi catatan kritis.
"Pertanyaan sebenarnya adalah apakah upaya ini menargetkan sistem yang memungkinkan industri ini berjalan, bukan hanya gedung-gedung tempat penipuan terjadi," ujarnya.
Lonjakan Harga Minyak Picu Aksi Darurat
Sementara itu, gejolak di pasar energi memicu langkah luar biasa. Menyusul serangan baru di Selat Hormuz, puluhan negara sepakat melepas cadangan minyak darurat mereka. Ini adalah pelepasan terbesar sepanjang sejarah.
Badan Energi Internasional (IEA) mengkonfirmasi, 32 negara anggotanya menyetujui pelepasan 400 juta barel minyak ke pasar. Langkah ini diambil untuk meredam kenaikan harga minyak mentah yang melonjak akibat guncangan pasokan. Kekhawatiran akan gangguan ekspor minyak terus membayangi.
Chris Bowen, Juru bicara Menteri Energi Australia, menyebut ini adalah seruan sukarela. "Ini memberikan waktu bagi negara-negara untuk menanggapi sesuai dengan kondisi dalam negeri mereka," katanya. Australia sendiri masih mempertimbangkan keputusan tersebut.
Protes Atlet Jerman di Paralimpiade Diselidiki
Di arena olahraga, sebuah insiden protes menyita perhatian. Sekelompok atlet Paralimpiade Jerman menyuarakan kekecewaan atas keikutsertaan Rusia di Olimpiade Milano Cortina.
Linn Kazmaier, peraih medali perak, dan pemandunya, Florian Baumann, kini diselidiki oleh IPC. Mereka membelakangi podium saat lagu kebangsaan Rusia dikumandangkan, dan tetap mengenakan topi mereka selama upacara medali cabang lintas alam.
Protes itu ditujukan kepada Anastasiia Bagiian dari Rusia dan pemandunya, Sergei Siniakin, yang memenangkan nomor sprint klasik untuk tunanetra. Bagiian adalah satu dari enam atlet Rusia yang diizinkan IPC bertanding dengan bendera nasional keputusan yang menuai kecaman dari banyak pihak.
Sejauh ini, Rusia telah meraih enam medali di Paralimpiade, termasuk empat di antaranya emas. Situasi ini jelas masih akan terus memanas.
Artikel Terkait
TNI AL Buka Rekrutmen Tamtama PK Gelombang III TA 2026, Pendaftaran Dibuka 7 April
Final Chinese Bridge Competition Digelar di Makassar, Pemenang Akan Mewakili Indonesia ke Tiongkok
Diplomasi Iran-AS Macet, Israel Perkuat Serangan ke Lebanon Selatan
Wakil Ketua Parlemen Iran: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Normal Atas Perintah Pemimpin Revolusi